Post Top Ad

Friday, February 21, 2020

Perjalanan Menelusuri Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu-Garut


Hari itu Minggu
16 Februari 2020 saya bersama sahabat dekat saya Kang Fariz melakukan perjalanan menuju kota Dodol Garut Jawa Barat. Tentunya perjalanan kami kali ini memiliki tujuan yaitu ingin melihat seberapa jauhkah proses reaktivasi Jalur Kereta api Garut - Cibatu. Kami berangkat dari Bandung pukul 9.35 menit dengan mengendarai sepeda motor. Estimasi waktu perjalanan kami menuju kota Garut kurang lebih 1 jam 47 menit namun realitanya lebih karena disebabkan oleh kondisi lalu lintas yang lumayan padat di dalam Kota Bandung karena hari itu hari minggu. Kami pun bersabar menghadapi kemacetan itu. Tak terasa setelah hampir 1 jam perjalanan kami mulai memasuki
wilayah Kabupaten Garut dimana track jalur tersebut lumayan ekstrim sih bagi saya karena saya baru pertama kali melalui jalan itu namun rasa takut saya hilang ketika disuguhi pemandangan yang sangat indah di sisi kiri dan kanan jalan yang kami lewati saya jadi teringat sebuah quote yang berada di jalan Asia Afrika memang benar adanya 

"Bumi Pasundan Tercipta Ketika Tuhan Sedang Tersenyum".


Tanpa terasa kami pun memasuki wilayah Tengah Kota Garut dimana untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota ini, kota yang selama ini membuat saya penasaran akan situasi nya dan akhirnya terwujud karena sahabat terbaik saya Kang Fariz mengajak saya ke kota ini terima kasih sahabatku. Setelah sampai pandangan kami langsung tertuju ke arah Bangunan bersejarah di sebelah Islamic Center yaitu Stasiun Garut yang merupakan aset negara milik PT Kai yang sebentar lagi akan dioperasikan yang melayani ka tujuan Bandung.

Stasiun Garut masih dalam proses penyelesaian karena tidak lama lagi akan diaktifkan kembali. Selain itu kami juga melihat antusiasme warga Garut menyambut pengaktifan Jalur Kereta api Garut - Cibatu. Menurut informasi yang kami dapat dari warga sekitar kami sangat membutuhkan kereta api untuk pergi ke Bandung karena jika naik bus harus ber macet-macetan dan pastinya lama dan alhamdulillah PT KAI mendengar keinginan kami warga Garut "kata salah seorang warga yang sedang duduk santai di stasiun Garut. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju stasiun stasiun setelah Garut.

stasiun garut

Stasiun Garut ini nantinya akan menjadi stasiun besar yang berada di Kota Garut. Walaupun hanya memiliki 3 jalur di dalam stasiun namun saya rasa kedepannya stasiun ini akan padat dengan keberangkatan dan kedatangan kereta api. Kami bisa menduga seperti itu karena Garut memiliki potensi pariwisata yang sangat banyak bahkan seorang Charlie Chaplin pun pernah mengunjungi Garut dan menjulukkinya sebagai "Swiss van Java".

Selesai melihat-lihat di stasiun Garut, perjalanan kami lanjutkan menuju Stasiun Wanaraja. Cukup jauh juga jarak dari Stasiun Garut menuju Stasiun Wanaraja jika menggunakan jalan raya. Apalagi jika telah sampai di Pasar Wanaraja di jam sibuk, duh! macet pastinya. Beberapa menit perjalanan akhirnya kami sampai di Stasiun Wanaraja. Stasiun ini masih memelihara bangunan aslinya yang sudah ada sejak zaman Belanda. Namun renovasi dan inovasi tetap dilakukan. Saya melihat Stasiun Wanaraja ini mirip sekali dengan Stasiun KA bandara karena pintu masuknya dipenuhi dengan kaca-kaca yang nampak modern. Selain itu di area peron, design peron terlihat seperti stasiun KRL di Jakarta. Saya jadi tidak sabar menunggu pengoperasian jalur Cibatu-Garut, karena jalur ini datar namun cukup eksotis karena ketika berada di Stasiun Pasir Jengkol pun stasiunnya benar-benar seperti berada di tengah persawahan dan Stasiun Wanaraja atau Stasiun Pasir Jengkol pun keduanya benar-benar dilatar belakangi sebuah gunung. Railfans seperti kami jelas sekali kalau jalur Cibatu-Garut akan menjadi jalur eksotis lainnya yang berada di Daop 2 Bandung.

stasiun wanaraja lama
Bangunan cagar budaya Stasiun Wanaraja peninggalan Belanda yang kini telah direnovasi dan menjadi ruang Kepala Stasiun maupun manajemen lainnya di stasiun ini. Terlihat tulisan WANARAJA di atasnya sebagai salah satu ciri khas kalau bangunan ini memiliki sejarah.

  
peron stasiun wanaraja
Peron Stasiun Wanaraja yang saya maksudkan dengan ciri khas peron di sisi kiri dan kanan seperti Stasiun KRL. Atau mungkin seperti Stasiun Cirebon Prujakan yah ? 

Ruang tunggu stasiun wanaraja
Ini dia bangunan yang nampak modern layaknya stasiun kereta api bandara. Design bangunan ini sepertinya akan lebih banyak yang seperti karena nampak lebih enak dilihat dan terkesan modern di tahun ini. 

stasiun wanaraja
Berfoto di Stasiun Wanaraja dengan latar belakang gunung di sebelah utara yang mengarah ke Stasiun Pasir Jengkol. Agak aneh memang melihat pintu masuk penumpang menuju peron berada di pinggir stasiun seperti itu. Kalau kebanyakan stasiun sekarang itu posisinya seperti di pinty keluar namun entahlah mungkin belum terbiasa dengan model seperti itu.





stasiun pasir jengkol

Kali ini sahabat saya yang berfoto di Stasiun Pasir Jengkol. Seperti model yang menunggu kereta api yang akan masuk ke jalur belok haha. Padahal sih keretanya belum beroperasi tapi tidak apa-apalah membayangkan jalur ini sudah dilewati kereta api dan mendengan announcer-nya yang mengumumkan kereta api akan segera masuk. Nah sayangnya agak kesulitan mengambil latar belakang gunung di stasiun Pasir Jengkol ini jadi saya tambahkan saja bagaimana pemandangan di belakang stasiun Pasir Jengkol.

stasiun pasir jengkol
Jadi, di belakang Stasiun Pasir Jengkol ini merupakan area persawahan dengan latar belakang gunung. Kebayang kan bagaimana eksotisnya jalur ini ? lalu jalur yang mengarah ke Cibatu pun tidak kalah eksotis, bahkan bakal menjadi spot super cantik untuk mengambil foto berlatarkan gunung.

No comments:

Post a Comment