Post Top Ad

Tuesday, September 17, 2019

Menyebrangi Selat Sunda di Tengah Malam Menuju Lampung

Traveling bukan soal tentang tujuan namun bagaimana proses perjalanan itu berlangsung
Selat Sunda di Tengah Malam

Ya! saya selalu suka dengan quotes di atas sebagai bukti bahwa kalau proses perjalanan adalah yang paling menyenangkan untuk beberapa orang. Jum'at minggu lalu akhirnya saya bisa berangkat menuju Lampung dengan menggunakan bus dari Kota Bandung. Sudah banyak rencana yang disusun, akan tetapi selalu saja ada yang membuatnya berantakan. Bicara soal traveling ke Lampung memakai bus dengan otomatis saya harus menyeberangi gelapnya Selat Sunda karena perjalananku dari Bandung berangkat dari jam 19:00. Dalam perjalanan Bandung ke Merak seperti biasa tidak ada yang spesial dari perjalanan malam selain tidur di kursi bus royal class dan memandangi lampu-lampu yang ada di luar jendela busku.

Perjalananku akan ditempuh selama 9 jam lamanya, itu pun kalau tidak ada kendala seperti macet. Maka dari itu saya lebih baik tidur saja. Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya saya terbangun dan sudah melihat gerbang tol Cilegon, waduh! berarti sebentar lagi saya akan tiba di pelabuhan Merak, Banten. Inilah saatnya ! menyeberangi Selat Sunda selama 2 jam lamanya. Bus menunggu untuk kapal berikutnya yang akan mengantar saya ke Pelabuhan Bakauheni di Lampung. Ada beberapa aturan dan tips saat akan menaiki kapal

Aturan
1. Penumpang dilarang berada di dalam bus selama di atas kapal guna keselamatan.
2. Mesin kendaraan harus dalam kondisi mati.
3. Penumpang disarankan untuk menempati tempat duduk yang disediakan.

Tips
1. Untuk menghindari kehilangan, sebaiknya jangan menyimpan barang berharga di dalam bus selama menyebrang.
2. Karena menyebrangi Selat Sunda itu cukup memakan waktu, lebih baik digunakan untuk istirahat.
3. Awas kena tagih saat duduk di tikar! lebih baik jangan duduk lesehan ditikar kalau tidak mau ditagih untuk bayar hehe.
4. Sesekali ke deck untuk menikmati lautan sekaligus biar ga jenuh.

Waktu menunjukkan pukul 02:00 dini hari saat itu saya tengah menyebrangi Selat Sunda. Entah mengapa duduk di area penumpang membuat saya jauh lebih jenuh daripada saya berdiri memandangi gelapnya lautan dengan hembusan angin malam yang kencang. Uh disini rasanya seperti di film film gitu sehingga terbawa suasana. Untungnya malam itu langit cerah dengan sinar bulan menyinari permukaan laut, jelas momen ini lebih saya nikmati walau dinginnya angin malam di tengah lautan berhembus dengan kencangnya! Disini saya mendapatkan pengalaman tentang mengarungi lautan pada tengah malam walaupun ombak berderu dengan derasnya menghantam kapal namun untungnya saya tidak mabok! hahaha.

Saya heran kapal ini bisa saja lebih cepat sampai di Pelabuhan Bakauheni. Namun apa daya karena jalur pelayaran ini sangat padat, lantas kapal-kapal pun akan mengantre untuk bersandar di dermaga. Saat mengantre pun kapal yang saya naiki menunggu dengan sangat lama bahkan kukira kapal ini akan membawa saya ke dermaga lain atau mengelilingi pulau di dekat pelabuhan Bakauheni hmmm. Untungnya saya suka lautan jadi seberapa lama pun tidak akan membuat saya bosan memandangi kosongnya lautan seperti hati ini! #jomblo !!

Beberapa saat lagi bakal sampai nih di pelabuhan ditandai dengan pemandangan Menara Siger yang khas ketika sampai di Lampung setelah kapal ini menunggu dengan lamanya di tengah lautan! Hmm sayangnya saya sampai saat malam hari jadi tidak bisa melihat menara itu dengan tampak jelas. Sayang sekali, kalau siang pasti indah banget. Waktu menunjukkan pukul 04:00 dan kapal pun sudah bersandar di dermaga, kini saatnya melanjutkan perjalanan ke Bandar Lampung dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 45 menit. Waktunya kembali tidur karena perjalanan masih cukup jauh ! 

2 comments:

  1. Jadi inget tahun 2000-an dulu setiap kali perjalanan ke kota-kota di Nusa Tenggara Timur yang harus naik kapal. Kenikmatan hakiki adalah saat berdiri di luar malam-malam menikmati buaian angin dan kadang tempias air laut. Ada romansa dan suasana sendu duh.. kangen naik kapal malem-malem nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih bang naik kapal malam-malam itu sangat mengesankan, saat di tengah Selat Sunda walaupun anginnya kencang dan air laut mengantam kapal tapi saya terbawa suasana berlayar gitu....

      Delete