Post Top Ad

Wednesday, June 5, 2019

Pagi Sunyi di Yogyakarta


"Penumpang yang kami hormati sesaat lagi kereta api Kahuripan akan tiba di Stasiun Lempuyangan" 

Sudah terdengar announcer kereta api sudah terdengar itu tandanya kereta yang aku naiki akan tiba di tujuan. Beberapa menit kemudian, keretaku akhirnya tiba di stasiun Lempuyangan, suasana masih sangat sunyi dan waktu menunjukkan pukul 03:00. Aku bingung apa yang harus aku lakukan di pagi buta ini. Lantas aku menunggu hingga subuh nanti. Kereta yang aku naiki kembali melanjutkan perjalanannya dan nampak semakin sepi stasiun kala itu. 

Menunggu waktu subuh di kursi ruang tunggu penumpang. Ku lihat sudah banyak penumpang yang meninggalkan stasiun karena seseorang menjemputnya. Menunggu subuh tiba dan sambil menuliskan catatan perjalananku kembali. Sendiri di stasiun membuatku seperti dalam cerita orang-orang yang bepergian seorang diri. Tetapi walaupun sendiri  tetapi aku tak pernah merasa kesepian di kota yang penuh kenangan yaitu Yogyakarta.

Perjalananku ini tidak akan aku lupakan dan akan selalu menjadi cerita yang kelak di masa yang akan datang. Betapa sejuk dan sunyinya kota ini di pagi hari walaupun aku merasakannya di dalam stasiun kereta api. Kios yang berada dalam stasiun pun masih ada beberapa yang tutup tetapi ada pula yang sudah beraktivitas sepagi ini. Ku lihat hanya tukang ojek saja yang sudah beraktivitas diluar untuk menanti para penumpang kereta selanjutnya yang akan tiba.

Waktu hampir menunjukkan tiba waktu subuh, ku bersiap untuk shalat subuh lalu bersiap untuk memulai aktivitas di luar sana. Semua nampak bersiap untuk beraktivitas setelah subuh datang. Ku langkahkan kaki menuju keluar stasiun, terlihat beberapa orang menawarkan ojek padaku, tapi perjalananku dapat ditempuh dengan jalan kaki untuk menuju jalan Malioboro yaitu jantung kota Yogyakarta.

Aku berjalan dan jalanan masih sunyi dan senyap serta dengan cukup penerangan yang membuat cerita ini semakin menarik karena kini aku berjalan hanya sendirian di sebuah kota besar. Aku tidak merasa takut, entah mengapa seakan-akan kota ini sangat aman. Ketika aku berjalan aku melihat beberapa orang yang melintas dengan sepedanya, pemandangan ini tentu menjadi sebuah kekhasan tersendiri kota ini. Beda ketika aku berjalan kaki di pagi hari di Kota Bandung. Seakan-akan Kota Yogyakarta masih menyimpan budayanya sendiri.

Setelah sekitar 15 menit akau berjalan aku melewati jalan dan jembatan di Kali Code. Biasanya aku sering melihat wilayah ini mulai padat dari matahari terbit hingga tengah malam nanti. Namun ketika aku melewati jalan ini di pagi buta, seakan-akan jalan ini beristirahat sejenak. Sunyi dan Senyap tanpa adanya kendaraan besar seperti bus melalui jalan tersebut. 

pagi sunyi di yogyakarta
Photo by Fariz
Setelah berjalan beberapa menit dari Stasiun Lempuyangan. Akhirnya aku sampai di Jalan Malioboro, jantung kota Yogyakarta yang begitu terkenal dengan suasananya dari dulu hingga sekarang, tak pernah berubah. Ku melihat masih sunyi jalan ini di pagi hari. Hanya sedikit kendaraan berlalu lalang dan aku melihat para wisatawan yang baru tiba di kota ini keluar dari Stasiun Tugu. Kemegahan Stasiun Tugu kulihat dengan lampu yang terang mencahayai setiap gedung. Sunggu pemandangan yang indah dipandang, di kala aktivitas masih sangat sepi dari lalu lalangnya orang kesana kemari di kota ini. Mungkin hanya momen di pagi buta inilah aku bisa melihat jantung kota yang beristirahat sejenak dari hiruk pikuknya keramaian.

pagi sunyi di yogyakarta
Photo by Fariz
Aku berjalan menyusuri sepanjang Jalan Malioboro. Sungguh pagi yang sunyi! biasanya aku lihat disini sangat ramai ketika aku tiba di malam hari atau di sore hari. Namun suasana nampak berbeda ketika di pagi hari. Hanya beberapa orang yang beraktivitas di jalan ini seperti wanita yang menajajakan jajanan di pagi hari, bus yang berlalu lalang, pria yang mengayuh becaknya dan menawarkan jasanya kepada wisatawan yang datang. Tak berubah sama sekali pemandangan ini walaupun sudah berpuluhan tahun aku selalu kembali kesini setiap tahunnya.


pagi sunyi di yogyakarta
Photo by Fariz
Matahari sudah menerangi langit di Yogyakarta dan tiba akhirnya di penghujung Jalan Maliboro dan akhirnya tiba di titik nol Yogyakarta. Walaupun langit mendung menyelimuti, namun sejuta pesonanya tidak pernah hilang dan kehangatan dan ramah taman orang sekitar pun tetap kurasakan. Di sepanjang jalan yang aku telah lalui.


No comments:

Post a Comment