Post Top Ad

Sunday, February 24, 2019

Yogyakarta in 12 Hours



Minggu lalu akhirnya bisa pergi traveling walaupun status sudah menjadi orang kantoran. Cuma punya waktu weekend dan itu pun mepet. Traveling mepet kaya gini ga bisa jauh-jauh dan mahal-mahal juga. Ya sudah akhirnya kuputuskan buat ke Yogyakarta. Tapi yang membuat beda dari travelingku sebelumnya, ini benar-benar modal nekat dan cuma pulang pergi tanpa menginap!

Kata orang sih, saya kaya orang iseng banget yang ke Jogja cuma punya waktu segitu. Kalau saya sih biasanya karena emang udah biasa kaya gini. Lalu selama 12 jam disana emang puas? bisa pergi kemana aja ? Jadi gini loh setiap waktu yang kita miliki itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Rencanain mau kemana dan mau apa aja nanti disana. 

Ada yang pro ada yang kontra sama trip 12 jam saya di Jogja. Hmm pronya adalah, saya hebat bisa nikmatin waktu singkat dan tentunya padat. Setiap jam selalu ada tujuan. Kontranya, ada yang bilang "capek lah ga nginep" atau "buang-buang uang aja" kata saya sih uang yang dikeluarin ada manfaatnya juga. Yaitu bisa nulis artikel ini, nambah informasi buat yang cuma punya waktu singkat di Jogja dan pengalaman yang jelas.

Seperti biasa saya berangkat dari Bandung (Kiaracondong) naik kereta ekomoni Kutojaya Selatan ke Kutoarjo. Sambung Senja Utama Solo dari Kutoarjo ke Yogyakarta dengan tarif khusus. Kenapa ga langsung aja ke Jogja ? ya mungkin kalian tau sekarang saya udah jadi pegawai kantoran dan susah banget buat libur. Bahkan kayanya bisa dibilang sebagai "weekend explorer".

Cukup banyak tempat-tempat yang saya kunjungi selama 12 jam di Jogja. Seperti ke Kotagede, Kampung wisata Taman Sari, Alun-alun kidul, Alun-alun Utara, Benteng Vredeburg, dan tentu saja Malioboro.  Dengan waktu 12 jam saja sebenarnya masih ada waktu-waktu senggang di dalamnya, tapi saya ga mau memaksakan diri karena tubuh ini pun butuh istirahat. Ada beberapa hal yang mungkin emang ga bisa didapatkan dengan waktu sesingkat itu, yaitu sulitnya mengeksplor alam. Apalagi Jogja itu cukup luas.

Dari yang awalnya saya ga pernah kesana, kemarin akhirnya sudah kesana. Yes! Cobain ke Taman Sari yang katanya merupakan tempat beristirahatannya para selir raja. Widih, memang sih suasananya kaya berasa di daerah tempat beristirahat apalagi kalau liat kolam yang jernih banget saat masuk ke dalamnya.

Exploring Taman Sari



Liat kolamnya bikin pengen berenang saking jernihnya. Mungkin dulu kolamnya dipakai selir raja buat santai kali yah hehehe. Di lokasi Taman Sari ini pun fasilitasnya wisatanya cukup lengkap, bahkan ada beberapa tour guide yang siap mengantar keliling Taman Sari ini loh. Tadinya saya mau minta tour guide buat pandu trip saya selama di Taman Sari, tapi saya tidak punya banyak waktu buat keliling sampai selama itu. Alhasil ya jalan bareng temen saya aja hehe.


Eksteriornya bikin saya berasa di pulau dewata, padahal mah sih di Jogja. Dan efek dari white balance kamera bikin suasananya bagai di masa lalu banget, ga kebayang deh pokoknya. Kalau kamu sempet ke Taman Sari kamu harus puas-puasin nikmatin suasanya. 


Kira-kira dulu ini ruang apa yah ? Kaya rumah singgah atau kamar sih sebenarnya ? Pose duduk di lantai tengah ruangan tinggal sediain chips, tisu dan batu jadilah Spongebob hikikomori lol. Pas masuk ke dalam ruangan-ruangan kamu harus hati-hati dengan kepala karena pintu-pintu disini rasanya pendek banget.




Mengintip mantan dari dalam jendela, loh! Ah sudahlah. Melihat ke luar jendela sambil duduk kaya gitu rasanya enjoy banget. Kalo di rumah mana ada ya kaya gini hmmm. Disini agak gelap juga jadi kalo mau foto bener-bener harus cari spot yang pas supaya bagus.


Jalan sampai ke dalam, ternyata ada pekarangan kecil kaya gini. Luas banget, kayanya bisa dipake main bola ini mah hahaha. Walaupun cuaca Jogja begitu panas dan silau tapi selalu ngangenin sama budaya dan kekayaan cagar alamnya bukan  ? Makanya 12 jam disini pun sebenarnya sudah bikin puas. Apalagi kalau berhari-hari hehehe. Ga sekalian jadi orang Jogjanya ? hihihi.
Explore Kekayaan Cagar Budaya di Kota Gede 
Temenku bilang "Mau beli perak buat siapa nih ke Kota Gede ?" duh mana ada beli perak, makan aja hitungan huhu. Ke Jogja ga afdol kalau ga ke Kota Gede nih. Jalan-jalan disana pasti kamu bakal ngerasain keheningan di tengah kota Jogja. Apalagi kampungnya penuh dengan cagar budaya yang bikin eksplorasi semakin berasa.

Sayangnya lagi-lagi lupa buat foto keheningan kampung di Kota Gede. Mungkin saking menikmatinya jadi lupa mau mengabadikan foto hmmm. Saya terbawa suasana sama hening dan damainya kampung di sana, apalagi jalanannya yang bersih dengan paving block serta banyak pohon rindang selama dalam perjalanan keliling kampung tersebut. Kebayangkan gimana suasananya? 
Selama di Kota Gede, yang paling sayang dilewati yaitu singgah di Mesjid Besar Mataram. Mesjid ini memiliki arsitektur yang khas seperti pura di Bali, tapi yang membedakannya ini adalah mesjid loh. Kalau malam biasanya ramai menurut orang-orang di sana. Dan di mesjidnya terdapat makam raja Mataram. wow! pantas saja kenapa ada beberapa lokasi yang baunya kaya menyan hmmm. 



Gerbang masuk Mesjid Besar Mataram yang benar-benar memiliki ciri khas seperti pura di Bali. Bisa dikatakan mesjid ini memiliki suasana yang hening di siang hari, dengan banyak sekali pohon-pohon besar di sekitarnya. Bahkan ada satu pohon beringing yang mengelilingi mesjid ini. Saya belum tau lebih banyak lagi tentang sejarah mesjid ini karena selalu memiliki waktu yang sedikit unuk mempelajari semuanya. Apalagi dalam waktu 12 jam di Jogja.


Berjalan mengelilingi mesjid ini saya rasa cukup membuat saya terkagum-kagum karena arstitekturnya yang memiliki ciri khas tersendiri. Halamannya pun luas bahkan aktivitas keagamaan selalu ramai disini untuk yang mengaji atau sembahyang shalat.Nah kalau ada kesempatan mengunjungi Kota Gede jangan sampai ketinggalan mengunjungi mesjid ini ya.

Kota Gede finally done to explore in second times. Selanjutnya saya kembali lagi deh ke Nol Kilometer. Sebetulnya ada tempat yang selama ini belum saya kunjungi. Padahal sering banget ke Jogja dan sering banget lewat. Yaitu Benteng Vredeburg. Museum ini terletak di depan Gedung Agung dan Keraton Kesultanan Yogyakarta. Yang saya ketahui tentang benteng ini adalah bangunan yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda sebagai pusat pemerintahan serta residen pertahanan Belanda. Dengan dikelilingi sebuah parit yang sebagiannya telah direkonstruksi dan dapat dilihat sampai sekarang.

Ga banyak juga mengeksplor pada kali pertama museum ini, di kala perut sudah berpesta untuk diisi makanan. Jadi, mau baca sejarah di dalamnnya pun menjadi tidak fokus. Di museum ini terdapat berbagai macam ruangan, tapi saya sarankan coba ke ruangan pengenalan sebelum masuk ke Diorama-diorama yang ada di museum ini supaya lebih mendapatkan banyak informasi. Ada biaya masuk yang harus kamu bayar untuk ke Museum ini. Murah kok hanya Rp 3000.

Karena ga banyak yang bisa dilakukan dan menghemat waktu juga, jadi kunjungan ke Benteng Vredeburg saya rasa hanya sekilas saja kali ini.



Tibalah kunjungan terakhir menjelang kembali pulang ke kota Bandung lagi. Tapi saya tidak memutuskan untuk ke Stasiun Lempuyangan sementara jam tiba kereta masih sangat lama. Jadi saya menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah pameran di Bentara Budaya. 

Bagi para penikmat seni seperti saya, Yogyakarta itu seperti surganya dimana karya seni itu bisa dimana saja ditemukan. Kebetulan saya ke Bentara Budaya untuk melihat pameran yang dilukis oleh pelukis bernama Mola. Cerita dalam lukisannya menarik waktu itu dengan menggunakan Clown sebagai subjek dalam lukisan tersebut hmmm. ga kepikiran sih emang.

Masuk ke Bentara Budaya ini gratis kok. Tapi manfaatnya saya bisa bertemu para seniman lainnya yang berada disini. Dan kebetulan banyak juga orang Bandung disini.

Tidak hanya itu saya bisa menikmati karya seni sembari menunggu tibanya kereta api untuk pulang. Mengakhir petualangan singkat di Jogja dengan menikmati seni, saya rasa sangat puas dan banyak cerita untuk dibawa pulang nantinya hehe.

Travel Video 




Oke! Jadi, selama 12 Jam di Yogyakarta kamu bisa ke :

1. Kota Gede (Tiket Masuk Gratis)
2. Mesjid Besar Mataram (Tiket Masuk Gratis)
3. Taman Sari (Tiket Masuk : Rp 5000)
4. Alun-alun kidul (Gratis)
5. Alun-alun utara (Gratis)
6. Nol Kilometer (Gratis)
7. Malioboro (Gratis)
8. Benteng Vredeburg (Tiket Masuk : Rp 3000)
9. Bentara Budaya(Gratis)

- Exploring itu Let It Flow aja, Jangan mikir lama-lama -





2 comments: