Post Top Ad

Tuesday, October 2, 2018

Solo Traveling ke Bali dan Lombok 1 - Hari Keberangkatan


Yass! Hey Traveler akhirnya saya bisa menulis lagi di blog setelah kembali dari travelingku ke Bali dan Lombok. 1 minggu yang penuh tantangan tersebut tentunya banyak sekali yang bisa diceritakan. Tantangan tersebut ialah menjadi solo traveler selama 2 hari di Bali dan 4 hari Lombok. 

Kalau mau solo traveling pastinya banyak sekali yang harus dipersiapkan mulai dari rencana yang matang karena nanti disana mau apa, kemana aja, dan berapa budget yang dibutuhkan disana. Kenapa sih kalau solo traveling itu semua harus dipersiapkan dengan matang ? ya tentu saja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kalau sudah di perjalanan tidak ada ruang untuk berkeluhkesah, semua resiko ditanggung sendiri. 

Rencana sudah saya buat 2 bulan yang lalu sebelum hari keberangkatan menuju Bali dan Lombok yaitu tanggal 24 September 2018. Dari jauh-jauh hari itu pun saya sudah mulai booking tiket ini itu dan mengumpulkan budget. Tidak lupa juga berhemat dan menghindari nongkrong di cafe, makan di mall dan lain-lain. Setelah uang kekumpul ya langsung saja saya beli tiket kereta api. Kereta api yang saya gunakan adalah kereta api pasundan untuk tujuan Madiun dan dilanjutkan dengan kereta api Wijayakusuma tujuan Banyuwangi, dan kalau traveling di Bali sudah selesai saya lanjutkan dengan mengambil penerbangan langsung ke Lombok supaya menghemat waktu. Agak boros memang memakai penerbangan yang hanya berdurasi selama 30 menit.

Nah, kalau sudah punya bookingan tiket pasti deh yang terpikirkan kalau mau pakai uang "inget udah booking tiket, kurangi hedon dan nongkrong di cafe" Okelah bisa jadi penyemangat supaya solo traveling ke Bali dan Lombok kali ini gak gagal kaya rencana-rencana yang dahulu.

Satu hari sebelum keberangkatan waktu saya gunakan untuk mempersiapkan barang bawaan supaya pas selama 7 hari traveling dipastikan pas dan sesuai yang akan digunakan selama perjalanan. Tidak lupa juga pada H-1 keberangkatan saya isi dengan tidur yang cukup, karena kereta pertama yang akan mengantarkan saya ke Madiun berangkat pukul 5:35 pagi. Otomatis saya harus begadang tengah malam untuk menuju stasiun Kiaracondong mengingat minimnya kendaraan pada dini hari dan antisipasi ketinggalan kereta api. 

Cukup lama juga jarak tempuh Kiaracondong - Madiun dengan KA Pasundan yaitu sekitar kurang lebih 12 jam. Iya DUA BELAS JAM duduk manis di Kereta. Kalau kalian pikir selama 12 jam di kereta bakalan gabut, ya bagi saya selama waktu selama itu dipakai untuk membaca buku atau berinteraksi dengan penumpang lain. Lumayan nambah kenalan juga hehe. Tapi kalau sudah tidak ada yang bisa dilakukan paling tidur.

Kadang enaknya jadi Solo Traveler itu kita bisa mengerti keadaan sekitar, ngobrol sana-sini, ga perlu dengerin temen mengeluh dan kita bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena kalau ga beradaptasi, ya nanti siapa yang bakal nolongin kita kalau ada apa-apa. Inilah enaknaya

12 Jam berlalu dan cukup panas bokong juga karena duduk selama itu. Akhirnya sampai juga di Madiun. Di Madiun lumayan ada waktu untuk menggerakan badan yang pegal karena duduk seharian penuh. Kenalan dengan Kota Madiun disana kalau makan banyak yang murah dan pas untuk backpacker sambil menunggu kereta api Wijayakusuman yang tiba di Madiun pukul 21:30. Disana bisa loh kalau cari makanan murah coba cari namanya Nasi Jotos, porsinya sih lumayan buat porsi makan malam ditambah es teh dengan harga hanya 5000 rupiah saja! 



Nunggu kereta di Madiun tuh asik kalau nunggunya di sekitar palang pintu perlintasan, disana bisa ngemil sambil liatin kereta api berlalulalang. Kalau udah keasikan malah suka lupa waktu. Tapi kalau ga suka ya Stasiun Madiun lumayan dekat dengan Mall kalau mau ngadem. Tapi hati-hati aja kalau kalian doyan belanja hahaha.

Pukul 21:30 pun tiba dan akhirnya kereta api Wijayakusuma yang akan mengantarkan saya sampai Banyuwangi dan kereta pun akan menempuh waktu sekitar 11 jam sampai Banyuwangi. Selama di kereta tidak banyak yang bisa diceritakan, ya karena sudah malam enaknya tidur mengingat perjalanan masih sangat jauh jadi harus menyimpan energi yang cukup supaya bisa tiba di Denpasar tanpa merasa kelelahan. 

Pukul 07:00 akhirnya tiba di Banyuwangi dan tanpa basa basi langsung saja berjalan ke pelabuhan Ketapang dan menyebrang dengan kapal ferry menuju Gilimanuk. Untuk pejalan kaki menyebrang dengan ferry sampai Gilimanuk hanya dikenakan biaya sebesar Rp 6.500 saja kok. Ga pake mahal dan udah bisa sampai di Bali yeay!. Eits setelah sampai di Gilimanuk pun  perjalanan masih terus berlanjut sampai ke Denpasar, bus dari Gilimanuk ke Denpasar lumayan juga tarifnya. Saya tanya ke orang asli sana pun paling mahal katanya Rp 50.000. Oke deh, lumayan buat hitung-hitung budget nanti. Secara kalau backpackeran tuh gini, budget paling utama saat traveling hahaha....


Baca lanjutannya

http://www.feelfreebackpacker.id/2018/10/solo-traveling-ke-bali-dan-lombok-2.html

No comments:

Post a Comment