Post Top Ad

Thursday, July 12, 2018

Wisata Budaya di Keraton Kacirebonan

Akhirnya bisa juga menikmati suasana jalan-jalan di Kota Udang, Kota Berintan Cirebon" walaupun traveling kali ini oneday trip 3 hours tour hanya dengan modal nekat dari Bandung ke Cirebon lalu pulang lagi di hari yang sama dengan modal 130k aja, karena tidak ada waktu untuk menginap di Kota Udang dan low budget juga, maka aku memilih untuk menghabiskan waktu 3 jam di Cirebon.

Keraton Kacirebona

Destinasi pertama yang saya kunjungi yaitu Keraton Kacirebonan. Keraton Kacirebonan ini merupakan salah satu dari keraton yang ada di Pulasaren, Cirebon, Jawa Barat. Keraton ini merupakan keraton yang terkecil di antara Keraton Kanoman dan Keraton Kasepuhan di Cirebon, memang tidak banyak yang bisa dilakukan selain mempelajari silsilah kesultanan Cirebon atau budaya dan kesenian selama di keraton ini. Tetapi keraton ini sangat indah dan memberikan sensasi yang berbeda dari keraton-keraton lainnya serta walaupun disebut keraton tapi bangunan Keraton Kacirebonan memiliki bentuk seperti rumah biasa yang menjadi tempat tinggal anggota keluarga kesultanan yang ada saat ini.

Sekilas sejarah tentang Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan didirikan pada tahun 1808 M oleh Pangeran Anom di tanah seluas 45.500 m2. pembanguan Keraton Kacirebonan dilatarbelakangi oleh penggantian Sultan Anom IV (Sultan Anom Muhamad Khaerudin) yang wafat pada tahun 1802 M, yang secara erat mestinya digantikan oleh anak laki-laki atau anak tertua. Akan tetapi, karena Sultan Anom IV memiliki anak laki-laki kembar maka pada tahun 1807 Gubernur Jendral Daendels memutuskan bahwa keduanya mendapat gelar sultan. Pangeran Raja Kanoman, salah seorang anak kembar itu, ditetapkan sebagai Sultan Kacirebonan sampai akhir hayatnya. Namun, keturunan Sultan Kacirebonan ini tidak dapat melanjutkan kedudukan sebagai sultan, cukup dengan pangeran saja. Jadi, yang diangkat sebagai pegawai pemerintah kolonial Belanda hanya Pangeran Raja Kanoman pribadi. Selain itu Puri Kacirebonan pun tidak memiliki daerah kekuasaan. Untuk putera Sultan Anom IV yang satu lagi, yaitu Pangeran Abusaleh Imamuddin oleh Daendels ditetapkan sebagai Sultan Anom V, dan keturunannya dapat menggunakan gelar sultan, dan menjadi pegawai pemerintah kolonial Belanda, ketika Inggris mengambil kekuasaan Belanda di Pulau Jawa, keputusan Daendels ini tidak diubah lagi. Sejak tahun 1997 Keraton Kacirebonan dipimpin oleh P.R. Abdul Gani Natadiningrat.

Pembanguan Puri Kacirbonan dilakukan secara bertahap. Pada tahun 1808, Raja Kanoman hanya mendirikan bangunan induk, Paseban dan langgar. Pada tahun 1875 Pangeran Dendawijaya yang bergelar Raja Madenda membangun Gedong Ijo, sedangkan Pringgowati dibangun pada masa Pangeran Partaningrat Madenda III yang memimpin keraton ini pada tahun 1915-1931.  

Halaman Depan Keraton Kacirebonan
Waktu melihat-lihat sekeliling Keraton Kacirebona, saya lihat ada sebuah benda yang seperti kurungan lalu di dalamnya terdapat sebuah kursi. Karena penasaran tanpa basa-basi langsung melihat lebih dekat ke kurungan itu dan ternyata ada maksud mengapa kurungan ini dibuat, yaitu untuk dilakukannya prosesi upacara adat Mudun Lemah. Mudun Lemah ? apa yah ? karena kurang paham jadi saya coba pelajari.

Kurungan untuk Upacara Adat Mudun Lemah
Upacara adat Mudun Lemah adalah prosesi adat Cirebon yang dilakukan ketika anak berumur 7 bulan. Upacara ini menggambarkan salah satu siklus kehidupan manusia, yaitu ketika anak pertama kali menginjakan kaki ke bumi. Upacara ini menandakan masa awal orang tua dan keluarga melepas anaknya untuk berinteraksi dan mengenal dunia lebih dekat.

Upacara Mudun Lemah biasanya berlangsung pada pagi/siang hari di halaman rumah dan disaksikan oleh sesepuh, keluarga, tetangga,  Kyai dan Juru Kidung. Kyai bertugas dalam memimpin Doa Selamat dan Tolak Bala sementara Juru Kidung memulai upacara dengan Nyandra (kisah Nabi Adam  turun ke Dunia)

Setelah selesai anak didudukan di bawah sangkar ayam bersama batok eter berisi berbagai benda seperti pensil, kunyit, buku, uang dan sebagainya. Benda yang dipilih oleh anak tersebut dipercaya dapat menunjukan masa depannya.

Contohnya, jika anak tersebut memilih buku kelak dia akan menjadi ilmuan, jika anak tersebut memilih kunyit (simbol emas) berarti anak tersebut kelak akan kaya.

*untuk lebih lanjut kamu bisa datang langsung dan meminta guide untuk menjelaskan apa saja yang ada di Keraton Kacirebonan

Jadi, Sangat disayangkan kalau ada kesempatan mengunjungi Cirebon tidak berkunjung ke keraton ini. Kalau di musim liburan Keraton ini cukup ramai dikunjungi tetapi bila di hari biasa keraton ini lenggang, tapi enaknya kamu bisa leluasa berfoto di dalam Keraton Kacirebonan dan juga bisa memanfaatkan waktu untuk mempelajari budayanya khas Cirebonan ternyata.

Berapa tiket masuk menuju Keraton Kacirebonan ?

Tidak mahal, untuk memasuki wilayah Keraton Kacirebonan kamu hanya membayar Rp 10.000 untuk retribusi objek wisata.

Cirebon memang salah satu kota yang unik di provinsi Jawa Barat. Selain budayanya yang khas antara Sunda, Jawa, Cina dan Belanda namun kini Cirebon berkembang sebagai salah satu budaya yang memiliki kekhasannya sendiri yaitu budaya Kacirebonan. Selamat Mengeksplor Cirebon!

No comments:

Post a Comment