Post Top Ad

Saturday, May 5, 2018

Berkunjung ke Makam Bosscha di Pangalengan, Membawaku Kepada Sejarah

makam bosscha


Siapa yang tidak tau tentang pos pengamatan bintang Observatorium Bosscha di Lembang ? Pasti pada tau tentang pos ini. Pos pengamatan bintang yang paling bersejarah di Kota Bandung. Dan Taukah perkebunan teh Malabar di Pangalengan ? Tentunya bagi para pecinta wisata alam Pangalengan sudah sangat terkenal dengan alam Pangalengan yang begitu asri, indah dan sejuk. Namun, taukah kamu bahwa Observatorium Bosscha dan Perkebunan Teh Malabar dulunya dibangun oleh salah seorang dari zaman Belanda yang sangat berpengaruh terhadap pembangunan tersebut.

Karel Albert Rudolf Bosscha. Lahir di Den Haag, 15 Mei 1865 adalah seorang Belanda yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat pribumi Hindia Belanda pada masa itu dan juga merupakan seorang pemerhati ilmu pendidikan khususnya astronomi. 

Balik lagi ke topik, minggu lalu saya ada kesempatan lagi untuk rekreasi ke Pangalengan. Tentunya disana selalu ingin merelaksasikan tubuh dengan hangatnya air di pemandian air panas Cibolang. Walaupun sering sekali berkunjung ke Pangalengan untuk Berekreasi tetapi tidak pernah bosan karena alamnya yang begitu indah.

Selepas merelaksasikan badan dengan air hangat khas Cibolang, pada jalan pulang teringat dan munculah penasaran bagaimana sih kalau hari itu juga saya menyempatkan diri ke makam Bosscha, makam seorang Belanda yang mendedikasikan dirinya untuk membangun perkebunan dan Observatorium Bosscha.

Untuk masuk ke area pemakamannya tidak dikenakan tiket masuk. jadi Gratis deh. Sesampainya, di area rasanya begitu sunyi dan mulai tampak tempat peristirahatan KAR Bosscha yang lokasinya benar-benar di tengah perkebunan teh Malabar dan posisinya pun di bawah pohon rindang sehingga makamnnya benar-benar terlihat sunyi. Makamnya ditutupi oleh kubah yang persis sekali dengan arsitektur khas Eropa. Membuat aku terbawa pada masa lalu ketika Bosscha membangun perkebunan Malabar ini.

Melihat makamnya tampak seperti sebuah nostalgia, dan ketika melihat makamnya pun aku merasa berhadapan dengan orang masa lalu yang. Jarang memang saya mengunjungi pemakaman orang orang zaman Belanda dulu.
makam bosscha


Walaupun KAR Bosscha ini merupakan seorang yang membangun kebun dan pabrik teh di Pangalengan, tetapi Bosscha tetap mengutamakan dirinya sebagai ahli astronomi yang profesinya dibuktikan dengan bangunan Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung. Oke, itulah cerita saya saat mengunjungi makam Bosscha di Pangalengan. Sebuah Heritage yang benar-benar membuat saya kembali pada masa lalu.

No comments:

Post a Comment