Post Top Ad

Thursday, September 12, 2019

September 12, 2019

Ini Ceritaku ! Ngantor, Ngerjain Laporan dan Traveling !

Ngantor dan Traveling


Pekerjaan yang super sibuk, cuti sedikit dan belum lagi dikejar deadline, ini sudah pasti bakal bikin stres dan akhirnya malah ga fokus di pekerjaan. Wah kalau sudah ga fokus bakalan mempengaruhi produktivitas dong ! karena itulah saya selalu traveling walaupun di akhir pekan dan mepet mepet. Ini demi konsentrasi dan pikiran kembali fresh! 
Ini bulan ke 8 saya memulai bekerja di sebuah kantor. Tentu hari-hari saya lewati dengan duduk seharian memandangi laptop dan bikin pegal. Menjalani rutinitas yang selalu sama setiap harinya, bagi saya ini adalah hal yang paling berat karena terbiasa dengan kebebasan dan pekerjaan pun di luar passion. Namun apa daya, kalau traveling otomatis membutuhkan uang yang tidak sedikit bukan ? maka dari itu mau tidak mau harus dijalani apapun pekerjaan demi TRAVELING ! 

Terkadang banyak temanku selalu bilang

"traveling cuma hari aja ? emangnya puas"
"ya mau gimana lagi, disini cutiku sangat sedikit, jadi satu-satunya waktu yang pas adalah weekend"
"bersabarlah"
"shiaap!" :')"

ya itulah selama saya traveling dengan waktu dari jum'at sampai minggu dan besoknya bekerja kembali. Seperti sebuah kebutuhan traveling itu. Ya sesibuk apapun sebenarnya passion harus tetap dijalani, hitung-hitung investasi untuk blog ini kedepannya. 

Sebagai tukang jalan-jalan sebenarnya traveling itu hampir sama kaya kebutuhan, karena kalau ga traveling entah apa yang akan terjadi sama diri saya hahaha. Jadi sebenarnya ga ada alasan untuk ga traveling walaupun cutinya sangat sedikit. 

Traveling sambil ngerjain Laporan!!

Inilah saya yang selalu ngerjain laporan dan harus dikirim setiap hari sabtu. Duh semakin padat saja pekerjaan saya dan semakin sedikit juga waktu yang ada buat traveling. Padahal ini harta saya satu-satunya di akhir pekan. hmm  tapi lagi-lagi gue punya jalan yaitu bangun subuh di sabtu pagi dan langsung kerjain laporan sebelum berangkat. Kalau misal pun harus berangkat hari jum'at ya terpaksa saya bawa laptop kantor buat lanjutin laporan saya yang harus dikirim dengan tepat waktu. Sebenarnya agak takut bawa laptop kantor pas traveling, takutnya rusak atau bahkan (amit-amit) hilang kan bahaya banget. Tapi bawa laptop kantor hanya ketika perjalanan dimulai pas hari jum'at kok, kalau misal berangkat sabtu siang atau malam ya nggak bakalan bawa laptop. 

Jadi prinsip saya, mau sependek apapun waktu sesekali traveling itu harus. Jika tidak maka gejala kurang piknik saya akan semakin bertambah parah hahahaha ;)

Sunday, August 18, 2019

August 18, 2019

Gombong Kota Wisata - Waduk Sempor

Waduk Sempor di Gombong


Menempuh perjalanan selama 7 jam dengan kereta api Kutojaya Selatan yang membawaku dari Bandung akhirnya tiba di Gombong. Suasana di kala itu masih sangat sepi dan hanya beberapa orang saja yang terlihat beraktivitas di waktu menjelang subuh. Banyak hal yang bisa membawaku hingga ke Gombong, mulai dari jenuh karena pekerjaan di kantor, butuh liburan, butuh ide buat nulis atau memang sekedar traveling. Ga usahlah kita terlalu sibuk dengan kerjaan kantor, kalau gitu mari jalan-jalan!

Minggu pagi, enaknya kemana dulu yah sebelum ke tempat-tempat lainnya di Gombong? ah sudah saya putuskan akhirnya untuk pergi ke Danau Sempor. Katanya sih kalau di minggu pagi di sini orang-orang banyak berkunjung untuk bersantai, jogging atau menikmati tempe mendoan. Wah tempe mendoan ? enak banget tuh!

Perjalanan dari Stasiun Gombong menuju Danau Sempor terbilang mudah sekali. Kamu bisa menggunakan angkot dari terminal Gombong untuk tujuan Sempor atau menggunakan ojek online. Waktu itu saya memilih menggunakan ojek online saja karena waktu jalan-jalan di Gombong tidak sampai setengah hari. Waduh! semua waktu yang ada harus dimanfaatkan, kalau gitu langsung cus ke Waduk Sempor.

Naik ojek online di kala langit masih gelap rasanya adem banget apalagi suasana Gombong yang terbilang sepi. Membuat rasanya seperti balik kampung. Percaya deh!
Saya sampai di Waduk Sempor tiba sebelum matahari terbit. Saya rasa bakalan sepi banget disini, tapi ternyata tidak banyak orang-orang sekitar di sini dan warung-warung yang buka untuk menyiapkan dagangannya.

Melihat danau yang surut akibat musim kemarau panjang, saya rasa danau ini tetap memberikan pemandangannya yang menarik walaupun kata orang sekitar kedalamannya kalau musim hujan bisa mencapai pesisir dimana saya berdiri disini. Wauw! 

Waduk Sempor di Gombong

Mengikuti jalan di sisi waduk ini, hingga akhirnya saya sampai di sini (apa ya namanya ?) pokoknya disini pemandangan bisa lebih dinikmati karena posisinya yang tingga hingga danaunya terasa seperti sangat luas. Coba kalau pagi itu cuaca cerah pasti saya bisa lihat indahnya matahari terbit disini namun sayangnya langit Gombong mendung sejak saya tiba.
Waduk Sempor di Gombong

Waduk Sempor di Gombong

Ngomong-ngomong sudah jalan sejak sebelum matahari terbit, tentunya perut ini butuh diberi asupan makanan lezat hehe. Tapi jangan khawatir kalau di Waduk Sempor ga ada makanan, di sini hampir banyak warung-warung di setiap langkah kaki. Tentunya yang menjajakan Tempe Mendoan pun banyak di Ngapak Area hehehe.

Menikmati Tempe Mendoan hangat dengan memandangi Waduk Sempor tentunya menjadi kenikmatan tersendiri. Sebab selain murah meriah dengan harga 1 porsi Mendoan yaitu Rp 4000 sudah mbikin perut kenyang kok. Memang kalau sedang traveling ke Jawa Tengah tuh makanan serba murah dan enak pula. Ini yang membuat saya tidak khawatir soal budget ketika traveling ke Jawa Tengah. Selamat makan gaes! 

tempe mendoan

Tonton yuk Travel Videonya



Wednesday, August 7, 2019

August 07, 2019

Keindahan Pantai Puncak Guha dari Garut Selatan

pantai puncak guha
Pantai Puncak Guha. Source : Dokumen Pribadi

Mengingat tentang Garut Selatan tentunya juga teringat dengan keindahan alamnya yang asri dan hijau hingga dijuluki sebagai Swiss van Java. Siapa sangka ? Garut Selatan tidak hanya menyuguhkan berbagai keindahan alam seperti pegunungan dan hijaunya alam, namun Garut Selatan pun memiliki berbagai pantai indah yang mungkin membuat kamu kagum yang salah satunya adalah pantai Puncak Guha.

Puncak Guha ini merupakan salah satu pantai di Garut Selatan yang berdekatan dengan pantai Rancabuaya dan berlokasi di Sinarjaya, Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pantai Puncak Guha ini memang tidak seperti pantai seperti biasanya yang memiliki hamparan pasir atau pun garis pantai yang panjang. Puncak Guha sendiri berada seperti di atas sebuah tebing, tidak heran kalau angin di lokasi ini berhembus dengan kencangnya. Selain itu Pantai Puncak Guha memiliki Goa di bawahnya dan Goa tersebut merupakan tempat tinggal bagi para kelelawar gua.

Melihat karakteristik dari pantai Puncak Guha, terlihat sekilas seperti di Bukit Merese jika melihat di sisi barat Puncak Guha, hanya saja perbedaannya jika Bukit Merese memiliki barisan bebukitan disertai dengan hamparan rumput yang sangat luas, etapi Puncak Guha hanya sebatas hamparan rerumputan di sekitarnya dan juga tidak memiliki garis pantai yang begitu panjang. Puncak Guha ini akan terlihat jauh lebih indah jika mengunjunginya pada musim kemarau. Sebab semua pesonanya akan terlihat sangat indah dengan birunya lautan dan birunya langit sehingga membuat pemandangannya akan sangat kontras.  

pantai puncak guha
Pantai Puncak Guha. Source: Dokumen Pribadi

Puncak Guha sendiri memiliki daya tarik sebagai spot foto selfie yang mempesona dengan pemandangan yang begitu indah dan kita berada di ujung tebing yang menjorok ke pantai yang berhadapan langsung dengan samudra Hindia, deburan gulungan ombak serta hamparan rumput hijau yang menghiasi pemandangan Puncak Guha dan bagi para pemburu sunset Puncak Guha pun memiliki panorama sunset yang sangat indah. Selain itu, Puncak Guha sendiri pun bisa menjadi lokasi untuk camping  di sisi lautan, tidak sedikit wisatawan yang berminat untuk menikmati pesonanya sambil berkemah disini. Walaupun angin berhembus dengan kencangnya di Puncak Guha tetapi itu tidak menjadi halangan untuk menikmati pesona Garut Selatan melalui pantai Puncak Guha.  Satu hal lagi yang paling menarik dari Puncak Guha adalah pesonanya yang indah sehingga pantai ini pernah terekspos oleh penulis novel Dewi Lestari di karyanya yang berjudul Perahu Kertas.

Lalu bagaimana caranya untuk menuju ke pantai Puncak Guha? Kamu bisa ambil akses termudah dan terdekat melalui jalur Bandung - Rancabuaya via Pangalengan. Selain itu jalur Pangalengan pun bisa menjadi salah satu akses yang menambah kepuasan untuk bisa menikmati keindahan sepanjang jalan dimulai dari Pangalengan hingga Garut Selatan. Untuk kondisi jalan di jalur Pangalengan – Rancabuaya pun sudah cukup mulus, hanya saja kamu tetap harus berhati-hati ketika menghadapi turunan dan tanjakan yang cukup terjal selama dalam perjalanan.

Fasilitas yang ada di Pantai Puncak Guha terbilang sudah cukup memadai dengan adanya warung-warung dan toilet serta lahan parkir yang memungkinkan untuk dimasuki mobil. Sebelum memasuki area Pantai Puncak Guha akan ada biaya tiket masuk sebesar Rp 5000 untuk per orangnya, biaya tiket masuk tersebut belum termasuk dengan biaya parkir yang dikelola sendiri oleh Pemuda Karang Taruna Desa Setempat. Dengan biaya tiket masuk yang sangat terjangkau kamu sudah bisa menikmati berbagai panorama dan keindahan Pantai Puncak Guha sejauh mata memandang.

Wednesday, July 24, 2019

July 24, 2019

Sekilas Pesona Garut Selatan

Wilayah Garut Selatan sudah sangat terkenal dengan keindahan alamnya, apalagi kalau sampai dijuluki sebagai "Swiss van Java". Perjalananku saat ini membawaku menuju Garut Selatan, padahal hanya lewat dan tidak mengunjungi satu per satu lokasi yang paling indah karena ada berjuta-juta keindahan yang mustahil dikunjungi satu per satu hehe. Selain itu,  Garut dikelilingi 3 gunung api yang di antaranya Gunung Guntur, Gunung Cikuray dan Gunung Papandayan. Namun kali ini saya tidak akan membahas soal gunung dikarenakan saya belum pernah mendaki huhuhu (kode pengen diajak mendaki). Kebetulan saya sedang menuju kawasan pantai selatan Jawa Barat di Garut Selatan, otomatis bakal melintasi banyak hal tentang pesonanya yang salah satunya saya ambil melalui kamera saya.

Megahnya Gunung Cikuray di Cikajang


Bisa dikatakan ketika kamu pergi atau pulang dari Pantai Santolo, sudah dipastikan kamu akan melihat betapa megahnya Gunung Cikuray selama melewati wilayah Cikajang. Rindahnya hutan di sisi kiri dan kanan jalan selama perjalanan membuat suasana ini begitu syahdu. Mungkin bagi para pecinta alam, keindahan ini sungguh sangat mempesona apalagi kalau mereka yang suka dengan ketinggian dan mencintai gunung pasti rasanya bikin ingin muncak hehehe. Saya belum pernah sama sekali mendaki gunung, namun suatu saat akan saya coba ketika semua persiapan sudah matang.

Keindahan Swiss van Java di Talegong



Sebenarnya ini di perbatasan antara Cukul dan Talegong tapi saya rasa ini sudah cukup jauh dari Cukul di Kabupaten Bandung dan sudah memasuki Kabupaten Garut. Melihat langit biru tanpa awan, pegunungan tampak indah serta tanpa kabut sedikit pun membuat mata begitu segar melihat pemandangan seperti ini. Masya Allah ! sungguh indah ciptaan Tuhan. Kalau beruntung kamu bisa menikmati pemandangan ini tanpa kabut menyelimuti sedikitpun di area pegunungan, sehingga akan tampak lebih indah jika difoto. Selain itu udara di sekitar ini cukup dingin di pagi hari sehingga saya pun sempat kedinginan walaupun matahari sudah menyinari seluruh kawasan ini.

Semilir Angin di Puncak Guha




Garut juga punya banyak pantai yang indah dan Puncak Guha lah salah satunya. Pemandangan dari Puncak Guha ini seolah-olah aku teringat dengan Bukit Merese di Lombok Tengah. Melihat sekeliling, garis pantainya memang tidak seluas Bukit Merese tetapi saya menganggap bahwa Puncak Guha ini adalah "Bukit Merese"nya Jawa Barat. Setiap musim kemarau pemandangan akan jauh lebih indah karena langit biru tanpa awan dan birunya samudera menambah pesonanya. Angin pun berhembus dengan kencangnya, membuat rambut ini sulit diatur #loh. Ah tapi inilah ciri khas pesisir pantai dengan bebukitan dan semilir angin membuat saya hingga 2 kali mengunjungi pantai ini. Kalau melihat di sisi barat pantai terlihat seperti di Bukit Merese dan kalau melihat di sisi timur pantai pemandangannya berubah mirip seperti Uluwatu di Bali.

Serunya lagi di Puncak Guha, walaupun daerah sekitarnya cukup gersang pada musim kemarau tetapi lokasi ini pas untuk berkemah di tepian pantai dan juga suara deru ombak yang menghantam tebing seakan-akan seperti sebuah musik yang diciptakan oleh alam.
Dengan melihat foto-foto di atas, yakin masih ga mau traveling ? Garut Selatan ga perlu keluar banyak uang kok yang penting bagaimana bisa mengatur keuangan aja biar ga beli terlalu banyak oleh-oleh hehehe. Dari foto di atas yang merupakan lokasi favorit saya adalah panorama Swiss van Java di Talegong. Hebat kan? bener-bener berasa di Swiss, apalagi kalau menikmatinya pada hari cerah!


Monday, July 15, 2019

July 15, 2019

Di Tengah Hutan ada Hotel ?


Akhir pekan telah tiba marilah sejenak bersantai melihat kehijauan alam, karena yang hijau-hijau membuat maya kita segar bukan ? hehehe. Masih tentang staycation nihkali ini saya memilih untuk menginap yang benar-benar tidak jauh dari rumah saya. Sepertinya Lembang cocok karena lokasinya hanya 20 menit dari rumah saya dengan menggunakan sepeda motor, terlebih lagi dingin dan sejuknya udara Lembang membuat saya lebih nyaman ketika menginap di hotel yang saya pilih yaitu Imah Seniman Resort.

Seperti pada umumnya sebuah resort, berlokasi yang benar-benar memiliki keindahannya tersendiri walaupun jauh darimana-mana. Tapi memang seperti itu mungkin yah sebuah resort hotel, mencari lokasi yang benar-benar bisa memanjakan diri. Awal mulanya saya ga berniat menginap di sebuah resort tapi memang kebetulan saja ada yang cukup worth it sudah gitu rasanya gimana menginap sebuah kamar hotel yang sekelilingnya adalah hutan, wah sebenarnya cukup menarik juga staycation di Lembang.

Hanya 1 malam. Tidak masalah yang penting gimana caranya supaya bisa menikmati pelayanan dan kenyamanan di hotel tersebut. Dan kebetulan hari itu saya baru saja menjelajahi Pangalengan, rasanya menikmati kenyamana di kamar hotel pun boleh dengan budget yang standar lah karena masih ingat jiwa missqueen ini meronta hahaha.

Balik lagi tentang Imah Seniman Resort. Saya ambil kamar yang cukup nyaman untuk semalam, yah seperti yang pernah dibahas sebelumnya untuk apa menginap di kamar hotel yang suasananya ga jauh lebih enak dari kamar sendiri ? hehehe. Kalau staycation sekalian aja ambil kamar yang sekiranya bisa benar-benar memanjakan diri. Di Imah Seniman Resort saya ambil kamar dengan forest view, karena memang kebetulan saya belum pernah tidur dan merasakan bagaimana terbangun dengan view di sisi kiri dan kanan adalah hutan (padahal camping aja apa susahnya yak ?). Satu hal lagi di dekat kamar yang saya pesan dekat dengan danau yang didesain oleh hotel ini sendiri. Wah! pokoknya memang worth it banget dah...

Suasana hutannya memang kerasa banget dengan suara-suara serangga hutan yang memberikan kesan hidup dan memang berasa ada di tengah hutan dengan kenyamanan kamar hotel yang mbikin jadi adem dan enjoy!
Hal yang paling saya sukai dari kamar ini adalah desainnya yang memberikan suasanan tradisional dengan lantai kayu tetapi tetap memberikan kesan modern. Selain itu tidak ada AC di kamar ini, sudah jelas bukan ? untuk apa AC kalau suhu ruangan normalnya pun sudah sedingin kamar yang pakai AC dan kalau boleh jujur saya menggigil saat malam hari entah karena cuaca Lembang atau memang cuaca sedang ekstrim. Tapi inilah kesan dari Imah Seniman Resort. Dengan hal modern dari sebuah kamar hotel tapi di sisi lain memberikan tradisional, seni dan budaya Sunda.

Disini saya melihat kalau instruksi-instruksi menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Sunda, sedangkan bahasa Inggris hanya ada pada instruksi tertentu. Wah kalau gini mah euy alus pisan! di balik modernnya suasana hotel namun tetap menjaga tradisi sesuai di daerahnya sendiri. Ngomong-ngomong, foto sebelah ini luarnya hutan loh yah. Dan satu hal lagi, jendela di kamar saya ini besar banget, jadi kesannya saat bangun tidur pemandangan hutan langsung terlihat secara langsung.

Walaupun semuanya tampak bagus tetapi ada beberapa hal yang mungkin saya kurang puas dengan bathubnya yang terlalu besar bagaikan bak mandi sementara air panas hanya sebatas beberapa liter saja, jadi saya tidak bisa merasakan gimana berendam air hangat dalam bathub padahal enak kalau cuaca dingin berendam pakai air hangat (curhat) hmmm. Tapi tak masalah yang penting saya mandi! lol.

Untuk 1 malam saja menginap di kamar hotel dengan suasana forest view, saya rasa cukup memberikan pengalaman staycation kemarin.

http://www.imahseniman.com/


Friday, June 14, 2019

June 14, 2019

Terowongan Kereta Api Sasaksaat: Terpanjang dan Aktif di Indonesia


terowongan sasaksaat
dokpri

Ketika naik kereta api Argo Parahyangan dari Bandung ke Gambir atau sebaliknya sudah pasti kita mengetahui tentang keberadaan Terowongan Sasaksaat. Terowongan ini menghubungkan jalur kereta api antara Bandung dan Purwakarta yang membelah perbukitan Cidepong di Kampung Sasaksaat, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. 

Panjang terowongan ini sekitar kurang lebih 949 meter dengan memiliki 35 sleko terdiri dari 17 di sisi kiri dan 18 di sisi kanan dari arah stasiun Sasaksaat. Terowongan ini dibangun oleh para pekerja rodi atas perintah kolonial Belanda dulu pada tahun 1902 hingga 1903.

terowongan sasaksaat

Awal mula saya mulai menyusuri terowongan ini karena kecintaan saya pada moda transportasi kereta api atau railfans. Tentu menjadi hal yang menarik jika memiliki kesempatan untuk dapat menyusuri sepanjang terowongan ini. Bersama teman saya yang juga merupakan pecinta kereta api saya mulai menuju stasiun Sasaksaat pada sore hari saat itu. 

Namun, untuk dapat memasuki terowongan ini kami perlu mendapatkan izin dari JPTw (Juru Periksa Terowongan) untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dan sebelum memasuki terowongan ini juga kami harus tau perjalanan kereta api yang akan melintas menuju Terowongan Sasaksaat, mengingat jalur Bandung - Purwakarta merupakan jalur kereta api yang cukup padat dengan lalu lalang kereta api setiap harinya. 

terowongan sasaksaat
dokpri

Kami bercerita cukup banyak tentang terowongan ini dan apa yang diperiksa saat melakukan penyusuran bersama kru JPTw saat memasuki terowongan ini. Pemeriksaannya banyak tapi saya tidak bisa menyebutkan secara detail, tetapi hal yang paling utama adalah pemeriksaan kondisi rel dalam terowongan oleh JPTw dan saluran air.  
Mengenai saluran air dalam Terowongan Sasaksaat, sebenarnya apa yang diperiksa ? ternyata petugas menjelaskan kepada kami bahwa untuk memastikan saluran air tidak tersumbat oleh sampah yang mengakibatkan banjir. 
Jika terjadi banjir, bisa saja batuan balast yang berada di dalam terowongan terbawa oleh air atau pondasi rel tersebut terkikis air yang bisa menyebabkan amblas dan berdampak pada perjalanan kereta api. 

Entah darimana sampah-sampah itu datang, terkadang saya melihat sampah itu seperti bukan datang dari masyarakat sekitar karena sampah tersebut seperti bekas wadah makanan yang biasanya saya beli di atas kereta api. Jelas hal ini membuat saya sontak memungutnya sekaligus berkontribusi mengingat cukup paham tentang tugas JPTw dengan segudang resiko  yang selalu memeriksa terowongan ini setiap harinya demi keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api. 
Tak pernah berpikir betapa gelapnya di dalam sana. Karena siapapun mengerti dimana pun kita berada harus tetap menjaga sikap. Tapi yang terpikirkan dalam benak saya. 

Memeriksa terowongan yang gelap, memang walaupun ada lampu yang sudah dipasang di dalamnya, tapi lampu tersebut tidak selalu menyala bisa dikatakan ketika dibutuhkan saja. Maka pemeriksaan dilakukan dengan hanya sebuah senter untuk berjaga-jaga jika lampu tersebut mati saat akan kembali menuju pos. Penyusuran terowongan Sasaksaat kali ini membuat saya belajar bahwa ada sejarah di dalamnya dan ada petugas yang berkorban supaya kondisi terowongan tetap aman dan perjalanan kereta api tetap selamat sampai tujuan.

Wednesday, June 12, 2019

June 12, 2019

Perjalanan Eksotis dengan KA Siliwangi


ka siliwangi
dokpri

Traveling tidak harus selalu dengan mengunjungi tempat wisata yang sudah dikenal banyak orang bukan ? Kini aku bercerita tentang perjalananku dengan Kereta Api Siliwangi dari Cianjur hingga ke Sukabumi tidak sia-sia saya gunakan semua waktunya. Well, beberapa tahun yang lalu pun saya pernah naik kereta api Siliwangi, antusiasme saya naik kereta api ini karena sebelumnya jalur itu sudah lama mati dan tentu saja itu jadi hal yang menarik karena sebelumnya tidak pernah tau bagaimana indahnya jalur tersebut.

source : dokumentasi pribadi
Pengalaman pertama adalah hal yang paling berkesan. Jujur saya belum pernah melihat keindahan jalur Cianjur - Sukabumi yang dulu lama sekali non-aktif. Setelah sekian lama menunggu jalur ini akhirnya diaktifkan kembali. Terlihat saat saya menaiki kereta api Siliwangi, masyarakat begitu antusias melihat kereta api lewat, wajar saja sudah bertahun-tahun non-aktif akhirnya dilalui kereta api lagi. Tapi malah gantian! sekarang jalur Padalarang - Cianjur yang non-aktif karena masih perbaikan medan jalan dari tahap 1 hingga tahap 3 sebelum benar-benar bisa dilalui kereta api. Saya hanya berharap segera diaktifkan, karena jalur ini eksotis dan alternatif untuk saya pergi ke Bogor atau ke Jakarta nanti hehehe.

Sangat menguntungkan sekali akhirnya ada kereta api Siliwangi yang bisa menjelajahi jalur eksotis ini. Apalagi tiketnya yang murah hanya Rp 3000 dengan jalur seperti jalur wisata seperti jelas saya sangat antusias. Sebab baru saja berangkat dari stasiun Cianjur, pemandangan di luar jendela sudah disuguhkan dengan kemegahan Gunung Gede. 

Gunung Gede 


Melihat Gunung Gede sambil menaiki kereta api dan melihat hamparan sawah di tanah Cianjur membuat pengalamanku semakin berharga karena naik kereta ini aku berasa seperti sedang naik kereta api wisata dengan harga murah.

source : dokumentasi pribadi
Setiap perjalanan memiliki panoramanya masing-masing dan cerita di dalamnya. Karena itulah sebenarnya perjalanan lebih banyak melahirkan ide untuk bercerita nanti. Seperti halnya ketika melewati Pasirhayam saya melihat Gunung Gede tinggi menjulang di balik jendela kereta, hamparan sawah di Cilaku atau Cibeber, himpitan bukit di Sindangresmi, melewati terowongan yang umurnya sudah hitungan abad di Lampegan hingga keasrian alam di Cireungas. Bisa bayangkan bagaimana eksotisnya jalur ini ?

source : dokumentasi pribadi
Petak paling menarik dengan pemandangannya yang indah. Saya hanya mengetahui nama daerahnya yaitu Sindangresmi karena memang berdekatan dengan stasiun Sindangresmi, namun sekarang itu hanya sebuah halte dan sekarang kondisinya sudah rusak. Jalur ini memang banyak stasiun dan halte yang saya pikir sudah tidak bisa dipakai lagi, jadi KA Siliwangi pun hanya berhenti di stasiun yang sudah ditentukan. Mungkin kalau dulu tahun 90an KA Lokal Cianjur atau Argo Peuyeum bisa berhenti di stasiun tersebut.

source : dokumentasi pribadi
Ini dia terowongan kereta api tertua yang aktif sampai saat ini. Terowongan Lampegan, saya tidak tau secara detail tentang Lampegan. Tapi asal katanya dari "Lamp a gaan" yang artinya nyalakan lampu ketika orang Belanda dulu bilang nyalakan lampu sebelum memasuki terowongan ini sebelum seisi kereta menjadi gelap.

Perjalanan ditempuh kurang lebih 1 jam dari Cianjur ke Sukabumi maupun sebaliknya. Dengan pemandangan seperti itu pun perjalanan akan semakin seru karena keindahan jalur kereta ini benar-benar akan membuatmu seperti naik kereta api wisata. Berharap nanti kalau jalur Padalarang - Cianjur sudah kembali aktif akan ada kereta wisata sepanjang jalur ini. Amiin.

***
Dengan hanya Rp 3000 kamu sudaah bisa menikmati keindahan seperti di atas dengan KA Siliwangi. Tapi, untuk mendapatkan tiketnya pun perlu mengantri. Nah, ada yang lebih mudah dan bisa dipesan melalui KAI Access loh dengan metode pembayaran LinkAja. Dengan begitu tidak perlu takut kehabisan tiket karena tiket kereta lokal pun sekarang sudah dipesan.