Post Top Ad

Tuesday, November 13, 2018

November 13, 2018

Solo Traveling ke Bali dan Lombok 8 - Pink Beach Lombok yang Sunyi dan Indah

Pantai Pink Lombok


Wah! Lombok itu memang banyak sekali pantai yang sangat indah dari sudut manapun. Walau melihatnya dari foto saja rasanya sudah rindu dengan keindahan pantai-pantainya. Seperti Di cerita sebelumnya di Solo Traveling ke Bali dan Lombok 7 tentang pantai Tanjung Aan yang pasirnya super putih dan indah. Waktu itu sebenarnya aku ga berencana buat ke Lombok Timur setelah dari Tanjung Aan. Tapi waktu masih sangat banyak dan sayang banget kalau dari Tanjung Aan langsung balik ke penginapan, padahal waktu itu masih cerah dan masih banyak waktu untuk mengeksplor Lombok. 

Kali ini dengan tanpa aku menelusuri jalan hingga ke Lombok Timur dan terpikirkan untuk menuju pantai Pink. Awalnya ragu-ragu karena katanya jaraknya sangat jauh dan jalanya pun bisa dibilang tidak begitu bagus sudah begitu jauh juga dari Kota Praya apalagi Kota Mataram. Tapi saya berangkat dari Pantai Tanjung Aan, menurut Google Maps sih waktu tempuh untuk sampai ke pantai Pink ini sekitara kurang lebih 1h 37m. Nyatanya saya hampir berjam-jam karena butuh kesabaran dengan kondisi jalannya yang seperti ini. Tapi jalan menuju surga memang tidak semudah itu dan butuh pengorbanan hahaha.

Kondisi jalan menuju pantai pink
Selalu yakin kalau di balik medanya yang sulit pasti pemandangannya sangat indah! :')
Aku selalu bilang seperti itu di dalam untuk menghilangkan ragu untuk menemuimu #cieelah baper. Tapi benar ! melewati jalan berbatu dan memasuki taman hutan Sekaroh dan sesampainya di Pantai Pink semua lelah dan panasnya Lombok terbayar semua dengan keindahan Pantai Pink. 



Saat sampai di Pantai Pink ini aku seperti tidak menyangka aja yang tadinya ragu buat lanjut jalan ke Lombok Timur tapi pada akhirnya sampai disini dengan disuguhkan pemandangan pantai yang lagi sepi dan tidak banyak pengunjung datang kemari. Tapi beberapa menit ada aja sih yang datang menggunakan perahu. Entah darimana perahu itu berasal aku juga ga sempat tanya waktu itu. Mungkin itu alternatif buat sampai ke pantai ini lebih cepat tanpa melewati jalan yang aku lewati.


First impression. Lautan yang super biru dengan langit cerah membuat pantai ini tidak kalah cantik dengan Tanjung Aan. Ombaknya pun cukup tenang dan tidak besar, jadi pantai ini pas buat berenang dan bersantai. Suasana pantainya pun sepi dan indah bagaikan pantai pribadi waktu kunjungan pertama saya beberapa bulan yang lalu karena di daerah sekitar hanya ada beberapa rumah penduduk yang tinggal di daerah Desa Sekaroh ini. 


Lumayan bersantai disini sambil menikmati es kelapa yang segar. hmm rasanya tuh sudah seperti surga dunia. Walau sepi tapi pantai ini masih ada beberapa kedai yang buka dan kesempatan saya juga buat menikmati keindahannya sambil minum air kelapa, hehehe. 


Owh, jadi ini nih yang membuat pantai menjadi berwarna pink, spons yang lama kelamaan hancur ini bisa memberikan efek warna pink di pantai ini. Memang saat menelusuri pantai ini spons ini banyak tersebar dimana-mana, jadi memang tidak heran juga kalau warnanya sama seperti spons ini. Terungkap sudah darimana asalnya warna pink itu berasal. Kalau dilihat lebih dekat pasirnya memang ada unsur-unsur warna pinknya loh ternyata walaupun tidak kontras terlihat dari kejauhan. 


TIPS SAAT KE PANTAI PINK

  1. Pastikan bahan bakar kendaraan terisi penuh mengingat lokasinya yang sangat jauh dan sepi dari keramaian, ga lucu kalau tiba-tiba kehabisan bensin saat diperjalanan ya kan. Bisa repot banget.
  2. Pantai ini sudah mulai dikenal dan mulai ramai juga, bahkan ada warung yang buka di pantai ini. Tapi tetap bawa perbekalan saja untuk jaga-jaga.
  3. Berkunjung di hari yang cerah bisa lebih seru daripada pas mendung. iya lah heheh
  4. Jalanan menuju pantai ini kurang bagus dan cukup berbatu, jadi usahakan kendaraan dalam kondisi prima untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
  5. Ada tiket masuk yang harus dikeluarkan yaitu sebesar Rp 10.000 waktu saya berkunjung beberapa bulan lalu.
  6. Usahakan cari tempat teduh untuk bersantai mengingat cuaca di pantai ini lumayan panas dan terik. 
Lokasi Pantai Pink/Pink Beach

Berada di ujung pulau Lombok. Tepatnya di Desa Sekaroh, Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Friday, November 2, 2018

November 02, 2018

Solo Traveling ke Bali dan Lombok 7 - Menakjubkan ! Putihnya Pasir di Pantai Tanjung Aan

Lombok itu memang selalu juara kalau tentang keindahan pantainya! banyak banget nih pantai yang bisa dikunjung dan sekaligus bisa bikin kamu bingung menentukan pilihan, mau pantai mana dulu nih kira-kira duh pengen sini bagus kesana juga bagus. Tapi kita mau ga mau harus menentukan pilihan, apalagi kalau waktu traveling kita terbatas banget kaya gue. 

Selama di Lombok aku tetap stay di Lombok Tengah, ya paling jauh juga ke Lombok Timur buat ke Pantai Pink yang pantainya jauh lebih indah. Tapi kali ini saya mau cerita tentang pantai di Lombok Tengah yang kebetulan memang bersebelahan dengan Bukit Merese nih. Sudah baca kan cerita saya sebelumnya tentang Solo Traveling ke Bali dan Lombok 6 tentang Bukit Merese? Wah kalau sudah baca pasti tau deh tentang pantai yang pasirnya putih banget, bahkan kalau kesini wajib deh pakai kacamata hitam karena saking silaunya. 

Pantai Tanjung Aan

Waktu ke Pantai Tanjung Aan, saya merasa pantai ini sangat sepi untuk sebuah pantai yang bagus dengan pasirnya yang super putih. Mungkin waktu kunjungan saya waktu itu saat weekday dimana orang-orang pada kerja, sementara saya malah liburan wkwkwk. Tapi bukan hanya karena weekday menurut orang Lombok sendiri Lombok masih sepi wisatawan akibat dari gempa bumi yang mengguncang beberapa bulan yang lalu hingga meluluhlantahkan kawasan Lombok bagian utara dan timur. Sedangkan saya mengunjung Lombok pada bulan september. Tapi, itulah tujuan saya ke Lombok, saya memang tidak bisa memberikan apapun, tetapi semoga dari kunjungan saya sebagai wisatawan bisa membantu juga untuk orang yang tinggal Lombok terutama yang mengalami musibah. 

Pantai Tanjung Aan atau bisa juga disebut Pantai Aan ini sebenarnya bisa saja sangat ramai kalau musim liburan, tapi entah mengapa setiap kali saya datang ke pantai lebih banyak wisatawan asingnya daripada lokalnya. Entah karena memang mahal atau bagaiman traveling ke Lombok. Tapi saya benar-benar terkesan dengan keindahan pantainya yang pasirnya super putih sehingga menyilaukan mata ini #cieelah. 


Bukit Merese pun tampak terlihat jelas dari pantai Tanjung Aan


Foto dulu dengan gaya ala ala hehe



Pasir putih dan Samudera Birunya kontras ! saking kontrasnya mungkin kamu harus pakai kacamata hitam kalau ke Tanjung Aan biar ga silau hehehe


Kulit sudah mulai seperti anak pantai hehe


Dimana-mana pasirnya putih, jelas sajalah saya tersenyum bahagia karena pasirnya sudah putih dan halus pula


Lost in Tanjung Aan! btw walaupun solo traveling tetap tidak ada yang mengambilkan foto untuk saya karena memang sepi pengunjung


Naik ayunan disini seru banget !


Memandang samudera biru itu selalu membawa saya pada khayalan yang entah kemana nantinya

Akses menuju pantai Tanjung Aan itu sangatlah mudah karena petunjuk jalan sudah tertera dimana-mana untuk menuju pantai ini. Pantai ini pun bersebelahan dengan Bukit Merese, jadilah jackpot dalam satu kunjungan kamu bisa mengunjungi 2 tempat indah sekaligus. Lombok memang seperti surga bagi pecinta pantai.

Tuesday, October 30, 2018

October 30, 2018

Solo Traveling ke Bali dan Lombok 6 - Bukit Merese, Tempat yang Eksotis untuk Melihat Sunset



Kalau sedang traveling momen untuk melihat sunset itu sangat didambakan bagi setiap traveler. Apalagi kalau melihat sunset di tempat yang sangat indah akan menambah sensasi dan pengalaman yang mungkin tidak akan kamu lupakan. Salah satunya spot yang indah untuk melihat sunset ini ada di Lombok. Kalau ingat Lombok semua tempat dimana-mana rasanya selalu indah, toh Lombok memang salah satu pulau terindah dengan wisata pantainya yang menakjubkan.



Kalau jalan ke arah timur Kuta Lombok kamu bisa menemukan spot yang bernama Bukit Merese. Bukit Merese ini merupakan perbukitan yang dipenuhi dengan padang rumput layaknya bukit teletubbies. Tetapi yang membedakan pemandangan di Bukit Merese ini adalah bukit yang berdekatan dengan pantai. Jadi kalau bisa menemukan spot yang pas dijamin pasti bakal terpesona dengan keindahannya. 

Akses ke Bukit Merese pun sebenarnya mudah, bahkan bukit ini bisa terlihat kalau dari pantai Tanjung Aan karena faktanya Bukit Merese dan pantai Tanjung Aan itu memang bersebelahan. Jadi, kalau sudah kesini pasti bakal bingung untuk memilih tempat wisata mana dulu. Tapi kalau saya waktu itu setelah landing di Lombok dan istirahat sejenak langsung deh ke Bukit Merese untuk menikmati pesona sunset pertama saat menginjakan kaki di pulau Lombok hehehe. Kalau ke Pantai Tanjung Aan mungkin tidak di saat yang sama karena untuk menghemat bucketlist supaya tidak ada hari yang kosong.



Saat solo traveling ke Bukit Merese pun aman dan nyaman kok. Karena disini tidak begitu sepi bahkan orang pun berdatangan pada waktu petang untuk menikmati sunset disini. Banyak teman saya yang bilang "eh riz, kamu ke Bukit Merese katanya sendiri tapi kok ada yang motoin ?" ya kalau soal ambil foto untuk diri sendiri bisa minta orang atau menggunakan benda di sekitar kita. Karena di Bukit Merese banyak kok benda yang bisa dijadikan tripod alami hahaha.


Solo traveling itu ndak perlu dibuat susah karena ga ada yang motoin, cukup taruh kamera di batu arahkan angle sesuai dengan selera dan voila! jadilah foto yang seakan-akan difotoin orang seperti foto di atas. 

Kembali lagi ke pemandangan sunset selama di Bukit Merese. Sebenarnya dari angle manapun sunset selalu indah dipandang kalau sudah di Bukit Merese ini loh. Tapi kalau bisa lebih naik lagi ke puncaknya dan pergilah ke tepi barat (udah kaya Kerasakti cari kitab yak ke tepi barat wkwk). 

Memang seperti yang selalu saya katakan

Walaupun medan dan aksesnya itu berat, berbatu, menanjak atau jauh tapi hasil ga akan pernah bohong. Di awal akan terasa pahit dan di akhir akan terasa manis.




Karena saking indahnya. Ternyata lokasi Bukit Merese pas banget kalau untuk membuat video sinematik seperti ini. Saya pun tidak terpikirkan tentang skenario apa yang harus saya buat saat vlogging disini. Tapi ya sudahlah ceritanya adalah :

Seorang pengembara yang ingin menggampai mimpi setinggi langit, menuju kesuksesan dengan berlari ke arah cahaya matahari. 



Pokoknya kalau kamu ke Lombok, Bukit Merese ini wajib banget buat kamu yang sedang menikmati pesona daerah Kuta Mandalika di Lombok Tengah ini. Karena bakalan sayang banget kalau tempat seindah ini dilewati begitu saja. 

Saturday, October 27, 2018

October 27, 2018

Solo Traveling ke Bali dan Lombok 5 - Pantai Kuta Mandalika, Lombok

pantai kuta mandalika lombok
The Mandalika, Kuta Lombok

Banyak kesan yang menarik saat pertama kali mendarat di Lombok. Saat mendarat tentu saja tidak menyangka bahwa traveling ke Lombok yang diimpikan akhirnya bisa terwujud hanya dengan modal nekat. Saya rasa pulau Lombok itu masih sangat sepi penduduknya beda sekali dengan Bali apalagi di pulau Jawa, masih banyak hamparan-hamparan persawahan dan bukit-bukit kecil yang tidak begitu terjamah manusia saat saya lihat sebelum mendarat. Mungkin inilah yang disukai para traveler saat traveling ke Lombok ya. Ada satu hal lagi yang saya kaget saat mendarat di Lombok, Sinyal HP. Sinyal Hp disini pokoknya kalau providernya ga bagus-bagus amat ya bisa-bisa cuma dapat sinyal Edge dan paling tinggi itu HSDPA itu pun hanya didapat di Kota Praya. Kalau di Kuta ya... jangan harap bisa dapat sinyal dan di Lombok itu masih minim angkutan umum, angkutan umum itu hanya bisa didapatkan di Kota Mataram sepertinya. Jadi yah mau kemana-mana terpaksa harus sewa motor dan untungnya ada penyewaan motor di tempat penginapan. Satu masalah terselesaikan sudah. Jadi setelah mendarat mau kemana aja selama di Lombok? 

Kalau di Lombok itu banyak banget pilihan wisatanya, apalagi kalau soal pantai pasti bikin bingung karena semuanya bagus. Tapi, sesuai bucketlist tentunya saya sudah menyiapkan mau kemana dan mau apa disana sebelum berangkat ke Lombok.

Nah, untuk yang pertama kalinya saya melihat pantai Kuta Mandalika. Setelah mendarat, simpan barang di penginapan, walaupun sedikit jetlag akibat pertama kali naik pesawat langsung deh tanpa basa-basi menuju pantai pertama yang akan saya kunjungi yaitu Pantai Kuta Mandalika. Pantainya indah banget walau di pesisirnya banyak ganggang tapi untuk pantai yang lokasinya cukup strategis ini terhitung indah bagi saya.

pantai kuta mandalika lombok
Pantai Kuta Mandalika, Lombok

Pantai Kuta Mandalika ini semakin dibenahi yang kelak akan seperti pantai Kuta di Bali

pantai kuta mandalika lombok
Pantai Kuta Mandalika, Lombok

Hamparan pasir putih dan pantainya yang masih natural membawa kesan yang berbeda dari pantai yang ramai dibanding dengan pantai di tempat lain


pantai kuta mandalika lombok
Pantai Kuta Mandalika, Lombok

Beberapa bagian pesisir pun memiliki batuan yang tersusun rapi dan jarak antara pantai dan laut lepas terlihat sangat jauh
pantai kuta mandalika lombok
Pantai Kuta Mandalika, Lombok

Perpaduan warna langit dan dan laut biru yang mempesona di Pantai Kuta Mandalika

Sejauh mata memandang garis pantai Kuta Mandalika ini memang sangat panjang. Tidak heran kalau pantai Kuta Mandalika ini menjadi favorit wisatawan yang datang kesini. Tidak banyak juga yang berenang disini karena pesisirnya lumayan berbatu tapi ada saja kok yang berenang di bagian pantai yang tidak berbatu. 

pantai kuta mandalika lombok
Pantai Kuta Mandalika, Lombok

Salah satu yang menjadi ciri khas pantai Kuta Mandalika ini adalah pemandangan bukit yang berbentuk kerucut disana dan lautannya yang biru membuat mata langsung segar melihatnya. Pokoknya kalau sedang ke Lombok pantai Kuta Mandalika ini sangat sayang dilewatkan karena pemandangan yang disuguhkannya pun ga bikin menyesal jauh-jauh datang ke Lombok. 

Ada cerita lain di balik keindahan pantai Kuta Mandalika ini. Saat saya sedang berjalan-jalan di pantai ini banyak sekali ibu-ibu yang menjual kain tenun dan anak-anak yang menjual gelang gelang etnik. Memang menggiurkan sekali untuk membelinya. Tidak masalah saya waktu itu membeli beberapa gelang dari anak-anak tersebut, tapi yang membuat saya terkejut adalah ketika saya membeli beberapa gelang dari salah satu anak tersebut eh munculah anak-anak lain yang menjual gelang juga karena saya terlihat sedang membeli gelang tersebut. Saya pun dibuat bingung padahal saat itu karena anak-anak yang datang menghampiri saya pun meminta ingin dibeli juga gelangnya oleh saya #Wadoh! tekor saya kalau gini. Langsung saja menolak tanpa basa basi untuk tidak membeli lagi karena takut habis uang, karena mereka memang meminta dengan memelas. Awalnya sih saya tidak berniat sama sekali membeli gelang tapi karena saya terlihat seperti turis padahal waktu itu hanya memakai outer tenun saja #hmmm. Hal serupa juga sama ketika saya berminat untuk membeli kain tenun, awalnya saya hanya bertemu seorang ibu saja, tapi lama kelamaan semakin banyak yang menghampiri saya bagai DIREMPUG #wkwkwk tapi ya sudahlah ada niat juga saya membeli souvenir dari mereka untuk membangun kembali pariwisata Lombok melalui penjual-penjual tersebut. Karena waktu saya ke pantai, suasana masih sangat sepi akibat gempa Lombok yang mengguncang beberapa bulan yang lalu.

pantai kuta mandalika lombok
Para Wanita Penjual Kain Tenun

Pemandangan yang indah beserta senyuman para wanita Lombok yang menjajakan kain tenunnya yang khas


Sunday, October 21, 2018

October 21, 2018

Solo Traveling ke Bali dan Lombok 4 - Pengalaman Pertama Naik Pesawat ke Lombok

bandara lombok praya


Setelah traveling dan eksplor sana sini selama dua hari di Bali. Sekaranglah saatnya untuk terbang ke pulau tetangganya yang katanya lebih indah lagi sampai sampai temanku bilang "Ini baru Bali loh pantainya kau sudah bahagia, gimana besok ke Lombok?" seketika langsung salah tingkah karena besok ke Lombok #wagelazeh

Hmm menarik sekali! walaupun dua hari di Bali tapi rasanya seperti baru saja sampai di Bali kok sudah harus melanjutkan lagi ke perjalanan berikutnya, secara di Bali saja sudah banyak pemandangan dan terutama pantai yang indah apalagi di Lombok sepertinya.

Berbicara tentang pengalaman terbang ke Lombok dari Bali itu rasanya seperti saya naik pesawat yang super super cepat (padahal jarak tempuh cuma 30 menit) hahaha. Bangun pagi di hari terakhir di Bali, bergegas untuk pergi ke Bandara Internasional Ngurah Rai rasanya itu seperti bahagia campur deg-degan! karena perlu kalian tahu walau saya traveler, tapi hari itulah saya traveling untuk yang PERTAMA KALINYA menggunakan pesawat. Rasanya norak banget tapi ya memang kenyaataannya begitu huhuhu, dulu saya memang belum kepikiran untuk menggunakan jalur udara dan selalu saja menggunakan jalur darat dan laut. Tapi kali ini ya sudahlah mumpung ada kesempatan untuk ke Lombok sekalian saja coba naik pesawat walau harga tiket dari Bali ke Lombok ya lumayan lah menguras kocek. Tapi yang penting pengalaman berharga ini tetap tidak akan bisa dilupakan.

Setibanya di Bandara ya langsung saja saya mengikuti teman saya tentang cara naik pesawat untuk pertama kalinya (itung-itung nge-guide gue) #cieelah. Tiba di pintu keberangkatan langsung saja check-in mengingat waktu keberangkatan pun sebentar lagi (padahal masih 3 jam lagi sih). Setelah check-in saya harus melewati pemeriksaan pertama, mereka memeriksa barang bawaan melalui mesin x-ray. Setelah pemeriksaan pun langsung deh cetak boarding pass dan kebetulan di Bandara Ngurah Rai itu ada mesin cetak boarding pass mandiri, jadi ga perlu ribet ngantri. Kalau soal berat barang bawaan di mesin cetak mandiri itu sudah tersedia timbangan juga. Untungnya sih hanya bawa ransel dan ga lebih dari 7 Kg berarti bisa dibawa ke kabin deh. Awalnya memang bingung kok penumpang lain ada card yang digantungkan di tasnya saat bawa barang ke kabin, saya mulai khawatir lagi disitu karena takut kelebihan beban karena temen saya bilang 

"Kalau kelebihan barang dikabin di denda loh!" 

Waduh! tapi percayalah barang ini sudah masuk syarat untuk dibawa ke kabin hmmm. 

Boarding pass pun sudah di tangan. Saatnya menuju ruang tunggu. Hmm awalnya kukira langsung ke ruang tunggu, tapi ternyata ada security check yang kedua. Kali ini benar-benar ketat karena sampai ke Body Check. Saat body check usahakan tidak ada mengenakan sabuk, dompet, hp, pokoknya apapun yang ada di badan kecuali baju harus ikut dicek ulang di mesin x-ray

Setelah beberapa lama akhirnya selesai sudah tahapannya. Kini tinggal menunggu di ruang tunggu. Menurut beberapa orang sih inilah momen yang paling membosankan, yaitu menunggu di ruang tunggu. Apalagi kalau pesawatnya pake delay segala #hmmm. 

"Duh, aku naik lay*n lagi pasti delay!" eh beneran aja delay, harussya terbang jam 10:30 WITA jadi 11:30 WITA duh duh ga aneh sih kalau sering delay udah banyak yang ngeluh juga hahaha.

*3 jam berlalu

Akhirnya Here we go! inilah saat yang dinantikan hal yang paling greget yaitu menuju pesawat. Rasanya memang semakin deg-degan karena mungkin inilah kali pertaman naik pesawat hmmm.


Yes! first time naik pesawat dapetnya di dekat jendela ! :D


Naik Layen Eir, kuy taxiing. Detik-detik mau take off itu rasanya....


Took Off! Pas take off itu rasanya kaya naik rollercoaster belum lagi turbulensi yang bikin ngeri :')

Indah banget lautan di sekitar Bali sampai biru begitu! Btw itu Kuta Selatan :D


Pertama kalinya liat pulau Nusa Penida. Indah banget ! Btw itu kayanya pantai Kelingking hehe


Welcome to Lombok! Bentar lagi mendarat nih. Tuh pesisirnya sudah terlihat 


Pulau impian akhirnya saya tiba ! Halo Lombok kamu indah sekali 


Akhirnya mendarat. Disambut dengan "Matur Tampi asih" dan Selamat datang di Lombok
Jadi kesimpulannya adalah waktu tempuh Bali ke Lombok dengan pesawat itu sekitar 30 menit. Saat terbang kita bisa lihat pulau Nusa Penida kalau cuaca sedang cerah. Saat tiba di Lombok kalau sinyal ponsel mulai terbatas jadi kalau bisa pakai provider yang bagus. Saat keluar dari Pesawat sesampainya di Lombok cuaca sangat panas bahkan menurut saya lebih panas dari Bali.

Thursday, October 18, 2018

October 18, 2018

Solo Traveling ke Bali dan Lombok 3 - Deretan Surga di Kuta Selatan

Pantai Pandawa, Kuta Selatan, Bali
Pernah saya mengatakan sebuah janji untuk kembali mengunjungi sebuah pantai di Kuta Selatan. Sesuai janji saya pada tahun lalu "Suatu saat aku akan kembali lagi ke pantai Pandawa!" begitulah yang aku katakan. Mengingat pantai tersebut berada di Kuta Selatan maka saya sekalian saja mengeksplornya sampai puas sebelum keesokan harinya terbang ke Lombok. Hari kedua di Bali tentu saja saya kali ini tidak sendirian kebetulan dan sudah janjian juga akan mengeksplor Bali khususnya Kuta Selatan bersama teman traveling saya. Jarak dari Kuta menuju Nusa Dua mau tidak mau saya harus menyewa sepeda motor, hitung-hitung hemat pengeluaran, waktu dan supaya bisa kemana-mana sesuka hati karena "Kapanlagi bisa jalan-jalan bebas di Bali, kalau biasanya ke Bali pada saat darmawisata terus huft". 

Kalau ke Nusa Dua pastilah ada akses cepat untuk sekarang ini. Ya, Tol Bali - Mandara. Ini kali pertamanya saya menggunakan tol ini dengan menggunakan sepeda motor. Oh iya Tol Bali - Mandara ini memiliki jalur khusus sepeda motor loh jadi siapapun bisa menggunakan tol ini tidak hanya kendaraan mobil atau bus. Hmm pertama melewati tol ini rasanya seru banget, lebih seru saat mengendarai motor karena dengan hembusan angit yang kuat karena tol ini berada di atas lautan otomatis laju kendaraan pun saya kurangi karena takut terbang wahaha. Pokoknya cukup seru dan pengalaman yang asik banget bisa melewati tol ini dengan sepeda motor.

Sumber : http://rri.co.id/

Keluar dari tol Bali - Mandara pastilah saya sudah berada di kawasan Kuta Selatan. Awalnya jalan lancar-lancar saja karena semua sudah ada petunjuknya. Tapi walau begitu tetap saja yang namanya "nyasar" tuh ga bisa dihindari! sampai-sampai saya masuk ke area resort disana. Mana cuaca pada saat itu sedang terik-teriknya padahal masih jam 10an! kata teman "Ini Bali cuy, panas!" eh malah ada acara nyasar. Tapi tak apalah nyasar di Bali biar gaya dikit gitu #cieelah. 

Kuta Selatan itu memang salah satu wilayah dengan banyak pantai yang sangat indah dengan pasir putihnya. Tak heran kalau turis selalu ingin segera menikmati pantai sambil berenang, begitu pun dengan saya.

Pantai Pandawa. Ini nih salah satu pantai yang termasuk dalam bucketlist saya selama berada di Bali yang dulu juga pernah berjanji untuk kesini lagi suatu saat dan sekarang saatnya merealisasikannya. Pantai Pandawa itu kalau awal ditemukannya pantainya benar-benar bersih banget, pasirnya biru, lautannya pun biru ugh pokoknya bikin mata tertuju pada keindahannya.


Pantai pandawa itu bisa dibilang indah menyilaukan mata dengan hamparan pasir putihnya 


Menatap lautan yang birunya sangat jernih itu rasanya segar dan ide pun banyak bermunculan. Iya kan ?



Dari sudut manapun keindahannya tetap masih alami hingga saat ini


Terbayang saat pertama ditemukannya pantai ini mereka harus naik turun bukit yang bisa dibilang penuh dengan kapur

Setelah Pantai Pandawa apakah perjalanan akan berakhir disini ? oh tentu tidak. Hari masih cerah dan cuaca mulai terasa panas. Panas-panas begini enaknya sambil berenang di pantai yang ombaknya cukup bersahabat pasti seru. Pantai yang dekat dengan Pantai Pandawa kira-kira apa yah?

Pantai Melasti. Tidak jauh memang jarak dari Pantai Pandawa menuju Pantai Melasti. Sayang sekali bukan kalau sampai dilewatkan? Inilah saya menggunakan setiap detik yang berarti walau teriknya matahari bukanlah masalah untuk menikmati keindahan pesona Indonesia. Berbicara tentang Pantai Melasti ini ternyata banyak juga turis yang menggunakan area Pantai Melasti sebagai spot foto untuk prewedding ala ala gitu hehe. Bisa dibilang sih Pantai Melasti ini pas sekali buat yang ingin benar-benar memanjakan diri dengan kesunyian pantainya yang tidak seramai pantai Kuta. Saya pun sendiri selama di Pantai Melasti saking enjoy-nya sampai lupa waktu kalau masih ada 2 destinasi pantai lagi yang mau dikunjungi.


Ombak dengan pesisirnya tidak bersentuhan langsung karena terbatas karang jadi bisa santai-santai manja di pantai ini


Bisa dikatakan pantai ini memang pas buat santai sambil memandangi lautan ataupun hamparan pasir putih disini

Jadi jarak dari Pantai Pandawa ke Pantai Melasti ini cukup dekat loh. Rasanya sayang banget kalau habis dari Pantai Pandawa tidak mampir dulu ke Pantai Melasti. Apalagi kalau pantainya bersahabat dan kalian bisa berenang tanpa takut terseret ombak disini. Setelah Pantai Melasti ternyata ada lagi pantai yang tidak kalah indah dengan pantai pantai sebelumnya. Pantai apakah itu ?

Pantai Dreamland. Bali selatan memang tidak ada habisnya memberikan sejuta pantai yang sangat indah. Kalau tidak percaya coba saja datang langsung dan eksplor semua pantai yang ada disana deh. Memang banyak sekali pantai yang indah dan bikin turis pun bingung menentukan pilihan pantainya haha. Pantai Dreamland ini bisa dibilang pantai pasir putih yang berada di komplek perumahan menurut saya, karena saat menuju pantai ini saya memasuki area kompleks perumahan dan resort Bali Pecatu Graha. Sesampainya di Pantai Dreamland kita bisa liat kalau pantai ini dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi.

Kenapa namanya Pantai Dreamland ? Karena dulu di area ini sempat terdapat sebuah proyek perumahan dan objek wisata. Tapi proyek tersebut terhambat dan terbengkalai sedangkan para penduduk desa Pecatu yang dulunya hidup sebagai petani berharap proyek ini selesai dan bisa menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Karena itulah lahan di sekitar pantai disebut dengan Dreamland atau Tanah Impian.

Kalau bagi para peselancar, Pantai Dreamland ini menjadi favorit karena ombaknya yang tinggi dan besar. Selain itu pantai ini pun cocok untuk menikmati sunset atau matahari terbenam atau sekadar melihat atraksi peselancar.


Tanah Impian/Dreamland ini surganya bagi penikmat selancar, view yang seperti resort pun memberikan kesan mewah pada pantai ini


Yang khas dari pantai ini adalah tebing tebing yang tinggi menjulang mengelilingi Pantai Dreamland


Kesan mewah dari pantai ini pun bisa mempercantik foto saat traveling ke pantai ini hehe
Pantai Nyang Nyang. Tujuan akhir dari eksplorasi surga surga pantai di Kuta Selatan diakhiri dengan menikmati sunset di Uluwatu. Awalnya tadi mau ke Pura Uluwatu tapi karena matahari terbenam sudah mulai menenggelamkan dirinya dan kebetulan melihat akses jalan menuju Pantai Nyang Nyang saya pastikan akan akhiri di pantai ini. Bisa dibilang lokasi ini sangat sepi pengunjung karena keberadaannya yang kurang begitu dikenal. Tapi ternyata Pantai Nyang Nyang ini memiliki view yang benar-benar memikat mata, apalagi kalau matahari terbenam sudah terlihat. Lautan lepas, bukit tinggi, dan pemandangan matahari terbenam semakin mempercantik dan menambah syahduhnya suasana. Kalau kalian bisa langsung merasakannya mungkin akan terbawa suasana dalam khayalan khayalan pribadi karena begitu sunyinya dan hanya suara lautan yang terdengar di pantai ini.


 Pemandangan yang indah seperti ini, saya yakin akan membawa kenangan dan cerita di masa depan


Tenggelam dalam khayalan karena sunyinya suasana dan hanya terdengan deburan ombak
Hari kedua di Bali pun diakhiri dengan melihat sunset di Pantai Nyang Nyang. Tentunya banyak sekali cerita yang bisa diceritakan. Tidak apa-apa traveling singkat yang terpenting adalah
Bagaimana caranya menggunakan setiap detikmu untuk mencari cerita dan pengalaman.