Post Top Ad

Saturday, May 18, 2019

May 18, 2019

Terperangkap di Kota Semarang

lawang sewu


Akhirnya bisa traveling lagi 2 bulan yang lalu setelah penat dan sibuknya kerjaan di kantor. Ternyata benar kalau sudah memasuki ruang lingkup pekerjaaan waktu untuk traveling itu semakin sedikit. Ga heran kalau banyak teman-teman kuliah dulu bilang "nikmati aja waktu kuliahmu, kalau udah kerja ga akan bisa begini lagi" oke setuju. Tapi ah sudahlah, saya mau berbicara tentang Semarang.
Kalian tau ? travelingku sebelumnya selalu singkat, tapi walaupun singkat banget yang penting saya enjoy menikmati kota sejuta lumpia ini hehehe. 

Seperti biasa saya selalu mendadak kalau mau kemana-mana, kalau mendadak emang ga bisa pergi jauh-jauh dan mahal. Maklum jiwa misqueen ini meronta-ronta minta uang buat traveling. Ya sudah akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Semarang saja. Kenapa ya Semarang ? mungkin pernah saya sudah menjelaskan di postingan tentang staycation di Semarang tapi kali ini saya mau berbagi pengalaman kalau selama di Semarang saya terperangkap !

Hah! terperangkap ? pasti yang ada di pikiran kalau ga tiket pulangnya hilang atau ketinggalan pesawat ata kereta api. Ya emang saya terperangkap di Semarang, terperangkap dalam nostalgia. Ah elah lu ! hahaha

Beneran terperangkap karena selama keliling Kota Semarang saya merasa kembali pada zaman kolonial. Apalagi kalau sudah keliling Kota Lama. Beuh, berasa banget terperangkap dalam waktu. Hanya saja di zaman ini tidak ada orang Belanda dan semua sudah modern

kota lama semarang

kota lama semarang



kota lama semarang


Keliling Kota Semarang saat hujan gerimis turun, duh basah deh. Tapi untungnya ga sakit besoknya karena saya kudu ngantor lagi. Dan untungnya pulang bisa lebih cepat karena naik pesawat. Sultan mah bebas, padahal ini jiwa missqueen masih melekat hmmm. Ada waktu di jam-jam sebenatar lagi  mau pulang saya hampir nyasar di Kota Semarang sendirian. Saya nyasar karena bingung sebenarnya mau kemana lagi, tapi untungnya feeling benar-benar berkata kalau saya harus kesini. Mulai dari Kota Lama, Lawang Sewu dan Kampung Pelangi

Bicara soal Lawang Sewu, sekarang sudah bisa dimasuki tanpa wajib guide loh. Kalau dulu waktu ke Semarang saya mau masuk Lawang Sewu itu kudu wajib guide. Jadi, gagal deh liat kemegahan arsitekturnya. Tapi sekarang sudah banyak berubah, Lawang Sewu pun sekarang menjadi museum dimana semua sejarah perkeretaapian Indonesia dijelaskan di dalamnya. Selaain itu harga tiketnya pun sekarang Rp. 10.000/orang. Jadi, Lawang Sewu  sekarang sudah bisa dimasuki walau hanya sendirian. Untungnya sendirian, kalau ramai-ramai mungkin saya ga akan bisa mempelajari sejarah perkeretaapian dan terlebih lagi saya adalah pecinta kereta api atau disebut Railfans. 

lawang sewu

Next to Kampung Pelangi. Keramahtamahan nomor 1 disini. Walaupun perjalananya lumayan menguras tenaga dari Lawang Sewu ke Kampung Pelangi karena jalan kaki hehe. Selagi masih bisa ditempuh dengan jalan kaki, ya saya bakal jalan kaki. Itulah saya.  Tapi setelah sampai saya cukup terhibur karena di kampung yang mungkin biasaa aja sekarang disulap jadi lokasi wisata.  Well, bagus banget di tengah kota ada yang unik dan berwarna. Semoga di Bandung segera menyusul kampung berwarna kaya gitu. 

kampung pelangi semarang

Ga ada tiket masuk untuk masuk ke Kampung Pelangi. Kampung ini memang seperti kampung tempat tinggal warga pada umumnya, hanya saja yang menarik perhatian adalah sepanjang kampung ini semua diwarnai. Dan disini aku belajar, untuk mendatangkan turis keramahtaman harus tetap terjaga apalagi kebersihan. Selain itu ada puncak dimana tulisan Kampung Pelangi berada. Disana saya bisa lihat sekeliling jantung kota Semarang. Keren deh pokoknya.  Pas kesini saya teringat dengan lagunya "Hai Teman" oleh Monita Tahalea, kalau ga salah syutingnya juga di lokasi ini. Maka dari itulah saya kemari. Akhir yang indah sebelum perjalanan menuju bandara  di Semarang. 

Saya memang  terperangkap disini. Terperangkap dengan nostalgia di Kota Lama, Keramahtamahan kota yang bikin ngangenin, makanannya yang enak seperti Lumpia dan Lekker dan perjalanan saat keliling kota Semarang. Terperangkap dalam suasana dan bukan terperangkap karena saya ga bisa pulang yah ;) .

4 Tips Jalan-Jalan di Kota Semarang

1. Kenali transportasinya. Seperti, Trans Semarang dan Angkutan Umum
2. Semarang bawah (dekat pantai) cukup panas, jadi pakailah pakaian yang adem
3. Selalu gunakan map jika pertama kali mengunjungi Semarang. 
4. Jika bingung bertanyalah pada warga sekitar. Orang Semarang ramah kok hehe

3 Rekomendasi Lokasi Wisata Semarang untuk Waktu Singkat

1. Semarang Kota Lama
2. Lawang Sewu (Tiket Masuk Rp. 10.000/orang)
3. Kampung Pelangi

Vlog Singkat Kota Semarang 




Sunday, May 5, 2019

May 05, 2019

Jadwal Kereta Api Lokal Bandung Raya 2019

Source : Dokumen Pribadi


Untuk kamu yang tinggal di Bandung dan sering menggunakan moda angkutan Kereta Api Lokal Bandung Raya untuk bepergian, tentu jadwal yang cocok sesuai dengan rencanamu pun harus sesuai dengan jam keberangkatan.

Perlu kamu ketahui Kereta Api Lokal Bandung Raya merupakan kereta api komuter kelas ekonomi atau K3 dengan trayek Padalarang - Cicalengka atau Cicalengka - Padalarang. Kini Harga tiketnya berkisar Rp 4.000 s/d 5.000. Dengan fasilitas AC, stop kontak di setiap kursinya dan kebersihan kereta apinya yang terawat diharapkan penumpang komuter KA Lokal Bandung Raya ini bisa lebih nyaman dengan menaiki kereta api lokal ini

Berikut Jadwal Kereta Api Lokal Bandung Raya

Source : Dokumen Pribadi


Saturday, March 30, 2019

March 30, 2019

Review Gets Hotel Semarang dan 5 Tips Staycation


Jalan-jalan kali ini agak jauh dari kata backpackeran walaupun sebenarnya pergi ke Kota Semarang tetap memakai backpack, tapi budget ala flashpacker. Jenuh sama pekerjaan di kantor, karena kalian tau kalau saya sebenarnya lebih ingin bekerja di ruang lingkup yang cukup bebas sih hehehe. Tapi, Mau ga mau ya saya harus kerja keras bangun blog ini supaya nanti bisa jadi full-time blogger gitu. Harapannya!

Kesempatan kali ini saya agak ingin bersantai dengan tingkat kenyamanan yang cukup enak, jadi sudah diputuskan saya bakal staycation di salah satu hotel di Kota Semarang. Walaupun istilah staycation ini adalah liburan tapi tidak meninggalkan kota atau negara sendiri katanya, dulu sih staycation istilahnya kaya berlibur di rumah gitu tapi semakin lama istilah ini jadi menginap di hotel dekat rumah atau masih di negara sendiri. Walaupun sebenarnya saya agak melenceng liburan jauh dari rumah tapi yang penting tetap di negara sendiri deh jadi masih bisa disebut staycation namanya (mungkin). Ampun Jangan hujat Saya :'))

Mengapa Kota Semarang? Saya pilih Semarang karena saya bisa sekalian ekplorasi kota ini yang dulu pernah Saya kunjungi tapi belum sempat keliling kotanya. Terlebih enaknya suasana kota lama bagai nostalgia di masa kolonial Belanda. Jadi, cukup worth it staycation di kota ini untuk menumpahkan semua rindu akan kota ini.

Kalau staycation nih yah, saya kudu pilih hotel yang sekalian enak dan cukup mewah aja, karena percuma juga staycation tapi kenyamanan kamarnya tidak jauh beda sama kamar sendiri di rumah. Sekalian coba-coba fasilitas PayLater dari Traveloka jadi pilih hotel yang enak aja sekalian. Dengan adanya PayLater rasanya mau traveling jadi semakin mudah apalagi cicilannya ga ribet dan ga ada biaya tersembunyi. Apalagi cicilannya bisa dibayar 6 s/d 12 bulan hehe. Wah serunya! Dan bikin nagih intinya.

Nah, kembali lagi ke hotel yang saya pilih. Kali ini saya memilih Hotel Gets. Dengan alasan karena lokasinya strategist dekat dengan Kota Lama yang emang ciri khasnya Kota Semarang banyak di Kota Lama. Jadi bisa sekalian eksplorasi.

Tentang Hotel Gets, walaupun semalam saja Saya menginap tapi hotel dengan suasanya yang cukup mewah bikin staycation semakin nyaman, apalagi di kamar tempat Saya tidur, duh rasanya saya jadi orang beruntung yang bisa nikmati kemewahan hotel dan menikmati pemandangan di jendela yang langsung menghadap Kota Lama rasanya nilai plus banget disini.

Ku lihat di luar ada pemandangan mantan Kota Lama Semarang. Indah sekali bukan, tidak sia-sia staycation walau hanya semalam tapi pemandangan sehari penuh mau pagi apalagi malam selalu indah. Makanya selama staycation di Hotel ini liburan saya penuh makna. Jadi intinya, sebisa mungkin cari kamar yang menyuguhkan pemandangan yang tidak biasa dari kamarmu di rumah. Pemandangan ceklis OK. 


Check in pukul 14:00, pas masuk kamar foto-foto dulu kamarnya sebelum diberantakin. Atau sebelum leyeh-leyeh terus ketiduran bisa kok nikmatin dulu fasilitas seperti kolam berenang, bar (kebetulan di gets Ada bar), atau nongkrong di lobby juga boleh kok. Kamarku ga semewah dan seluxury ini jadi ceklis OK.



Menikmati kopi sambil memandangi pemandangan adalah hal yang harus ketika di kamar hotel. Kenapa? Kalau bagi saya ini Hal yang paling nyantai dibanding di kamar sendiri haha. Itung-itung sih manjain diri. Ya lah untuk apa staycation kalau ga manjain diri. 


Menikmati kopi sambil memandangi pemandangan adalah hal yang harus ketika di kamar hotel. Kenapa? Kalau bagi saya ini Hal yang paling nyantai dibanding di kamar sendiri haha. Itung-itung sih manjain diri. Ya lah untuk apa staycation kalau ga manjain diri. 

Hal yang paling penting ketika staycation adalah jangan lupa Breakfast. Karena disini lah kita bisa menyantap makanan yang mungkin jarang banget dihidangkan di rumah hehehe. Ada hal yang unik dari Hotel Gets di Semarang ketika breakfast, mereka menyediakan Jamu di bagian beverages. Wah bagi saya ini ga biasa karena ada minuman tradisional di hotel berbintang haha. Tapi yang the best tetaplah jamu gendong :3. 

Saat staycation sekalian deh mau kasih 5 tips jika kamu tertarik staycation apapun alasannya :

1. Pilih Hotel (Bintang dan Lokasi)

Sebisa mungkin pilih hotel yang lebih enak dibanding kamar sendiri, karena buat apa menginap di hotel yang kamarnya masih jauh lebih enak kamar sendiri. Lokasi sebisa mungkin yang paling strategist seperti dekat restoran, mall atau tempat nongkrong lainnya.

2. Ajakin teman/keluarga

Ada beberapa orang yang memilih stayctstay sendiri. Mungkin untuk me time. Tapi kalau kamu ingin ada teman ngobrol biar ga sepi-sepi amat bisa ajak teman atau keluarga.

3. Booking yang mudah

Sekarang mah sudah banyak situs travel yang menyediakan banyak sekali pilihan hotel. Saya kemarin pilih pakai Traveloka karena memang lebih sering dan sudah paham dengan alur pemesanannya hehe.

4. Maksimalkan fasilitas

Bayar mahal dengan fasilitas seabreg tentu ini jadi Hal yang ga boleh dilewatkan pas menginap di hotel. Tapi ada beberapa fasilitas yang mungkin exclude ketika memesan kamar hotel. Jadi kalau exclude bakal ada biaya tambahan ya. Tapi intinya pakai fasilitas sebaik mungkin yang ga ada di rumah dan yang kamu butuhkan.

5. Manjakan diri

Tujuan staycation ga jauh dari untuk memanjakan diri dengan santai di ruangan yang cukup nyaman. Jadi kalau ga nyaman ya ga manjyah (ngomong ala Syahrini). 


Saturday, March 16, 2019

March 16, 2019

Semua Berkat Angkringan

Angkringan PJL Geser Jalan Malioboro
Sebenarnya sudah lama saya ingin berbagi ini tapi baru kepikiran sekarang ya langsung ditulis aja deh. Oh iya siapa sih yang ga tau kalau Jogjakarta tuh banyak banget angkringan dimana-mana, buat traveler kere kaya aku nih paling pas yah makan di angkringan sih. Makanya ga heran kalau Jogja tuh bisa jadi destinasi traveling hemat biaya, apalagi kalau yang solo traveling seperti saya. 

Dulu sih sebenarnya pernah traveling nekat pake banget ke Jogja, dengan modal duit "cuma" 400ribu dalam 2 malam. Belum patungan penginapan. Kalau kata temen di Jawa aku ini Wong Edan. Ah, tapi ga selamanya harus bawa duit banyak sih, toh waktu di Jogja saya lebih sering ada di penginapan daripada keluyuran di luar. Sebenernya bukan karena aku malas keluyuran, tapi yang bikin malasnya temen yang susah diajak keluyuran. Pada dasarnya dia emang males kemana-mana kalau di Bandung juga hmmmm.

Tapi walaupun begitu tetap saja, ujung-ujungnya saya yang keluyuran sendiri. Dari dulu emang sendiri. Maklum jomblo akut :'). 400k untuk 2 malam itu pun sudah dikurangi dengan biaya patungan penginapan sekitar 150ribu. Dulu sialnya sih karena ngikutin orang yang nawarin penginapan pas setibanya di Jogja. Jadi penginapan yang mungkin di tempat lain bisa lebih enak dan murah tapi terpaksa karena momen yang udah nahan boker. Duh sempitnya dunia ini kalau nahan boker iya ga ?! 

Setelah dikurangi. Alhasil duit sisa 250k. Duh segini cuma bisa ngikutin itenerary 12 Jam di Jogja hmm ya sudah deh setidaknya aku masih bisa keluyuran. Walaupun di akhir sebenarnya agak menahan lapar. Selama di Jogja kemana pun pergi dan lapar menghadang yang aku cari adalah ANGKRINGAN.

Ternyata! tidak hanya di Jogja ketika saya butuh Angkringan. Namun waktu Solo Trip ke Bali dan Lombok. Waktu itu saya tidak sanggup untuk menaiki kereta api hampir 18 jam lamanya padahal masih ada 5 jam lagi untuk sampai Surabaya. Huft pada akhirnya saya menyerah di Madiun karena teman saya peduli aciee (BTW Makasih mbah Prastya :v). Enaknya punya temen sana-sini tuh bisa ada yang bantu saat sulit. 

Selama di Madiun saya ga berani makan yang mahal mahal karena belum sampai di Bali aja pengeluaran sudah besar. Jadi kere di tempat tujuan bisa berabe dan rencana kacau semua. Jadi lagi-lagi saya mengandalkan Angkringan buat makan. Ada yang bikin saya heran dengan Angkringan di Madiun dan Jogja, saya mempertanyakan harganya. Kok di Madiun harganya dengan 1 bungkus nasi dan es teh cuma dihargai 5000 ?! Waduh ini ga salah? Tapi lumayan press budget. Tau aja nih temen saya kalau lagi hemat duit (Lah iya wong aku bilang mau ke Bali hmm). Pokoknya ga nyesel juga menyerah di Madiun dan bertemu Angkringan dengan seharga kurang dari bekal makanku pas kuliah. Pokok'e Manyus hehe. Lagi dan lagi hidupku terselamatkan karena Angkringan. 

Intinya kalau lagi backpacking/Solo traveling, ga perlu gengsi makan di angkringan, yang penting kenyang dan sehat serta bisa mengembalikan tenaga yang terkuras selama di perjalanan. Selain itu makan di Angkrigan membuat kita bisa mengenal dengan masyarakat lokal, dan disitu juga saya bisa merasakan gimana ramahnya orang Jogja dan orang di Tanah Jawa. Karena setiap kali makan di angkringan saya merasa dilayani dengan senyuman baik itu di Jogja, Solo, maupun Madiun di Jawa Timur.

*
Kalau di Jogja namanya Nasi Kucing, Tapi kalau di Madiun namanya Nasi Jotosan

Monday, March 4, 2019

March 04, 2019

Jadi Mas-Mas Kantoran

Yogyakarta, Nol Kilometer

Akhirnya di tahun ini saya mulai memulai nasib baru sebagai mas-mas kantoran yang kerjanya mantengin laptop tiap hari dan bekerja di bawah tekanan. Ada senangnya sih karena sudah ga disebut sebagai jobless lagi. Tapi ada juga sisi lainnya, jadi mas-mas kantoran berarti ga ada lagi nikmatin traveling di kala weekday. Dan yang beratnya waktu cuti saya sedikit. Jadi mau ga mau saya harus curi-curi waktu saat weekend datang. 

Beda sama waktu kuliah dulu, saya sering banget nabung dan buat traveling. Tentu bucketlist pun sudah tersusun rapi mau kemana dan ngapain aja. Tapi setelah jadi mas-mas kantoran kadang ga perlu nabung sedemikian ketatnya, tapi di satu sisi waktu travelingnya hanya sedikit bahkan kayanya cuma punya waktu weekend aja. Walaupun kerjaan sibuk ini itu, tapi kalau urusan passion saya ga akan berhenti hanya karena sudah bekerja di kantor. Saya pernah bilang kalau pengalaman itu merupakan investasi, terlebih passion dan kerjaan saat ini belum pas. 

Follow your Passion
2 Minggu yang lalu saya berhasil traveling saat sudah jadi mas-mas kantoran. Walaupun waktu hanya 12 jam di Yogyakarta. Entah ini disebut traveling atau bukan tapi saya berpetualang sampai ke sudut-sudut kota Jogja kala itu. Udah kaya Pejuang Weekend atau Weekday worker, Weekend traveler. Bucket list saya untuk weekend ini kayanya mau coba ke Tanah Sumatera untuk pertama kalinya. Antara Lampung atau Sumatera Selatan. Tapi semua masih dalam rencana karena jadi Pejuan Weekend saya harus benar-benar membuka otak gimana caranya dalam waktu singkat saya bisa ke beberapa tempat? Semakin rumit memang, padahal simple. Mungkin gue yang bikin rumit hahahaha ups.

Saya masih tetap nulis di blog ini. Jadi orang kantoran bukan berarti saya harus ninggalin passion dan pembaca setia blog saya. Unch!
Mungkin di tulisan selanjutnya saya akan lebih nulis tentang tips a la saya sebagai Pejuang Weekend hehehe. Passion saya tetap pada dunia luar yang hobinya bereksplorasi. Duh kalau bilang kaya gitu sangat bertolak belakang banget sama nasib saya sekarang yah. Tapi apapun itu demi tercapainya impian, saya harus berjuang. Bener kan ?


Sunday, February 24, 2019

February 24, 2019

Yogyakarta in 12 Hours



Minggu lalu akhirnya bisa pergi traveling walaupun status sudah menjadi orang kantoran. Cuma punya waktu weekend dan itu pun mepet. Traveling mepet kaya gini ga bisa jauh-jauh dan mahal-mahal juga. Ya sudah akhirnya kuputuskan buat ke Yogyakarta. Tapi yang membuat beda dari travelingku sebelumnya, ini benar-benar modal nekat dan cuma pulang pergi tanpa menginap!

Kata orang sih, saya kaya orang iseng banget yang ke Jogja cuma punya waktu segitu. Kalau saya sih biasanya karena emang udah biasa kaya gini. Lalu selama 12 jam disana emang puas? bisa pergi kemana aja ? Jadi gini loh setiap waktu yang kita miliki itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Rencanain mau kemana dan mau apa aja nanti disana. 

Ada yang pro ada yang kontra sama trip 12 jam saya di Jogja. Hmm pronya adalah, saya hebat bisa nikmatin waktu singkat dan tentunya padat. Setiap jam selalu ada tujuan. Kontranya, ada yang bilang "capek lah ga nginep" atau "buang-buang uang aja" kata saya sih uang yang dikeluarin ada manfaatnya juga. Yaitu bisa nulis artikel ini, nambah informasi buat yang cuma punya waktu singkat di Jogja dan pengalaman yang jelas.

Seperti biasa saya berangkat dari Bandung (Kiaracondong) naik kereta ekomoni Kutojaya Selatan ke Kutoarjo. Sambung Senja Utama Solo dari Kutoarjo ke Yogyakarta dengan tarif khusus. Kenapa ga langsung aja ke Jogja ? ya mungkin kalian tau sekarang saya udah jadi pegawai kantoran dan susah banget buat libur. Bahkan kayanya bisa dibilang sebagai "weekend explorer".

Cukup banyak tempat-tempat yang saya kunjungi selama 12 jam di Jogja. Seperti ke Kotagede, Kampung wisata Taman Sari, Alun-alun kidul, Alun-alun Utara, Benteng Vredeburg, dan tentu saja Malioboro.  Dengan waktu 12 jam saja sebenarnya masih ada waktu-waktu senggang di dalamnya, tapi saya ga mau memaksakan diri karena tubuh ini pun butuh istirahat. Ada beberapa hal yang mungkin emang ga bisa didapatkan dengan waktu sesingkat itu, yaitu sulitnya mengeksplor alam. Apalagi Jogja itu cukup luas.

Dari yang awalnya saya ga pernah kesana, kemarin akhirnya sudah kesana. Yes! Cobain ke Taman Sari yang katanya merupakan tempat beristirahatannya para selir raja. Widih, memang sih suasananya kaya berasa di daerah tempat beristirahat apalagi kalau liat kolam yang jernih banget saat masuk ke dalamnya.

Exploring Taman Sari



Liat kolamnya bikin pengen berenang saking jernihnya. Mungkin dulu kolamnya dipakai selir raja buat santai kali yah hehehe. Di lokasi Taman Sari ini pun fasilitasnya wisatanya cukup lengkap, bahkan ada beberapa tour guide yang siap mengantar keliling Taman Sari ini loh. Tadinya saya mau minta tour guide buat pandu trip saya selama di Taman Sari, tapi saya tidak punya banyak waktu buat keliling sampai selama itu. Alhasil ya jalan bareng temen saya aja hehe.


Eksteriornya bikin saya berasa di pulau dewata, padahal mah sih di Jogja. Dan efek dari white balance kamera bikin suasananya bagai di masa lalu banget, ga kebayang deh pokoknya. Kalau kamu sempet ke Taman Sari kamu harus puas-puasin nikmatin suasanya. 


Kira-kira dulu ini ruang apa yah ? Kaya rumah singgah atau kamar sih sebenarnya ? Pose duduk di lantai tengah ruangan tinggal sediain chips, tisu dan batu jadilah Spongebob hikikomori lol. Pas masuk ke dalam ruangan-ruangan kamu harus hati-hati dengan kepala karena pintu-pintu disini rasanya pendek banget.




Mengintip mantan dari dalam jendela, loh! Ah sudahlah. Melihat ke luar jendela sambil duduk kaya gitu rasanya enjoy banget. Kalo di rumah mana ada ya kaya gini hmmm. Disini agak gelap juga jadi kalo mau foto bener-bener harus cari spot yang pas supaya bagus.


Jalan sampai ke dalam, ternyata ada pekarangan kecil kaya gini. Luas banget, kayanya bisa dipake main bola ini mah hahaha. Walaupun cuaca Jogja begitu panas dan silau tapi selalu ngangenin sama budaya dan kekayaan cagar alamnya bukan  ? Makanya 12 jam disini pun sebenarnya sudah bikin puas. Apalagi kalau berhari-hari hehehe. Ga sekalian jadi orang Jogjanya ? hihihi.
Explore Kekayaan Cagar Budaya di Kota Gede 
Temenku bilang "Mau beli perak buat siapa nih ke Kota Gede ?" duh mana ada beli perak, makan aja hitungan huhu. Ke Jogja ga afdol kalau ga ke Kota Gede nih. Jalan-jalan disana pasti kamu bakal ngerasain keheningan di tengah kota Jogja. Apalagi kampungnya penuh dengan cagar budaya yang bikin eksplorasi semakin berasa.

Sayangnya lagi-lagi lupa buat foto keheningan kampung di Kota Gede. Mungkin saking menikmatinya jadi lupa mau mengabadikan foto hmmm. Saya terbawa suasana sama hening dan damainya kampung di sana, apalagi jalanannya yang bersih dengan paving block serta banyak pohon rindang selama dalam perjalanan keliling kampung tersebut. Kebayangkan gimana suasananya? 
Selama di Kota Gede, yang paling sayang dilewati yaitu singgah di Mesjid Besar Mataram. Mesjid ini memiliki arsitektur yang khas seperti pura di Bali, tapi yang membedakannya ini adalah mesjid loh. Kalau malam biasanya ramai menurut orang-orang di sana. Dan di mesjidnya terdapat makam raja Mataram. wow! pantas saja kenapa ada beberapa lokasi yang baunya kaya menyan hmmm. 



Gerbang masuk Mesjid Besar Mataram yang benar-benar memiliki ciri khas seperti pura di Bali. Bisa dikatakan mesjid ini memiliki suasana yang hening di siang hari, dengan banyak sekali pohon-pohon besar di sekitarnya. Bahkan ada satu pohon beringing yang mengelilingi mesjid ini. Saya belum tau lebih banyak lagi tentang sejarah mesjid ini karena selalu memiliki waktu yang sedikit unuk mempelajari semuanya. Apalagi dalam waktu 12 jam di Jogja.


Berjalan mengelilingi mesjid ini saya rasa cukup membuat saya terkagum-kagum karena arstitekturnya yang memiliki ciri khas tersendiri. Halamannya pun luas bahkan aktivitas keagamaan selalu ramai disini untuk yang mengaji atau sembahyang shalat.Nah kalau ada kesempatan mengunjungi Kota Gede jangan sampai ketinggalan mengunjungi mesjid ini ya.

Kota Gede finally done to explore in second times. Selanjutnya saya kembali lagi deh ke Nol Kilometer. Sebetulnya ada tempat yang selama ini belum saya kunjungi. Padahal sering banget ke Jogja dan sering banget lewat. Yaitu Benteng Vredeburg. Museum ini terletak di depan Gedung Agung dan Keraton Kesultanan Yogyakarta. Yang saya ketahui tentang benteng ini adalah bangunan yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda sebagai pusat pemerintahan serta residen pertahanan Belanda. Dengan dikelilingi sebuah parit yang sebagiannya telah direkonstruksi dan dapat dilihat sampai sekarang.

Ga banyak juga mengeksplor pada kali pertama museum ini, di kala perut sudah berpesta untuk diisi makanan. Jadi, mau baca sejarah di dalamnnya pun menjadi tidak fokus. Di museum ini terdapat berbagai macam ruangan, tapi saya sarankan coba ke ruangan pengenalan sebelum masuk ke Diorama-diorama yang ada di museum ini supaya lebih mendapatkan banyak informasi. Ada biaya masuk yang harus kamu bayar untuk ke Museum ini. Murah kok hanya Rp 3000.

Karena ga banyak yang bisa dilakukan dan menghemat waktu juga, jadi kunjungan ke Benteng Vredeburg saya rasa hanya sekilas saja kali ini.



Tibalah kunjungan terakhir menjelang kembali pulang ke kota Bandung lagi. Tapi saya tidak memutuskan untuk ke Stasiun Lempuyangan sementara jam tiba kereta masih sangat lama. Jadi saya menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah pameran di Bentara Budaya. 

Bagi para penikmat seni seperti saya, Yogyakarta itu seperti surganya dimana karya seni itu bisa dimana saja ditemukan. Kebetulan saya ke Bentara Budaya untuk melihat pameran yang dilukis oleh pelukis bernama Mola. Cerita dalam lukisannya menarik waktu itu dengan menggunakan Clown sebagai subjek dalam lukisan tersebut hmmm. ga kepikiran sih emang.

Masuk ke Bentara Budaya ini gratis kok. Tapi manfaatnya saya bisa bertemu para seniman lainnya yang berada disini. Dan kebetulan banyak juga orang Bandung disini.

Tidak hanya itu saya bisa menikmati karya seni sembari menunggu tibanya kereta api untuk pulang. Mengakhir petualangan singkat di Jogja dengan menikmati seni, saya rasa sangat puas dan banyak cerita untuk dibawa pulang nantinya hehe.

Travel Video 




Oke! Jadi, selama 12 Jam di Yogyakarta kamu bisa ke :

1. Kota Gede (Tiket Masuk Gratis)
2. Mesjid Besar Mataram (Tiket Masuk Gratis)
3. Taman Sari (Tiket Masuk : Rp 5000)
4. Alun-alun kidul (Gratis)
5. Alun-alun utara (Gratis)
6. Nol Kilometer (Gratis)
7. Malioboro (Gratis)
8. Benteng Vredeburg (Tiket Masuk : Rp 3000)
9. Bentara Budaya(Gratis)

- Exploring itu Let It Flow aja, Jangan mikir lama-lama -





Monday, December 31, 2018

December 31, 2018

5 Potret Keindahan Sukabumi

Selamat Tahun Baru 2019 untuk kita semua. Pastinya di awal tahun ini pasti sudah banyak yang bersiap-siap untuk resolusi bucket list baru di tahun ini buat traveling lagi. Bicara tentang Sukabumi, siapa sih yang ga terpesona dengan beragam keindahannya ? saya pun selalu suka dengan keindahan-keindahan alam yang disuguhkan dari Sukabumi. Sebenarnya baru-baru ini kemarin saya baru ke Sukabumi dan pergi ke Geopark Ciletuh. Tapi sayang sekali, karena medan jalan yang sangat terjal di sana membuat saya terhenti di tengah jalan selain itu kendaraan tidak memadai untuk trek seterjal itu (alih-alih ga mau ambil resiko). Namun tak apalah saya masih bisa menikmati potret keindahan Sukabumi lainnya selain di Ciletuh. 

Pantai Cimaja
Pantai Cimaja

Kesunyian Pantai Cimaja ini pas banget dengan pemandangan pagi disertai matahari yang sedang terbit. Mendengar suara air laut dan para nelayan yang baru sampai di pesisir membuat suasana pantai semakin terasa. Saya menyukai pantai dengan suasana sunyi seperti ini, tidak heran pag-pagi saat matahari terbit saya langsung datang ke pantai ini. Di Pantai Cimaja ini dulu  ada sebuah tempat pelelangan ikan, tapi sekarang semua ikan yang telah ditangkap dikirimkan ke pasar ikan di pusat kota Pelabuhan Ratu. Jadi, sekarang tempat bekas pelelangan ikan tersebut hanya menjadi salah satu tempat penyuplai ikan yang nantinya akan dilelang di pasar ikan. 

Jalan Pantai Loji
Jalur yang naik turun dan berbelok ini ternyata menyimpan keindahan tersendiri yang khas. Jalur ini pun merupakan salah satu akses menuju Puncak Darma dan Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi. Baru beberapa kilometer saya takjub dengan pemandangan sepanjang perjalanan. Sekilas saya teringat jalur ini seperti waktu saya pergi ke Lombok dan jalan ini tidak jauh berbeda dengan Lombok tengah ke Lombok Timur, hanya saja jalur ini lebih terjal daripada di Lombok hehehe.


Pantai Ciletuh
Pemandangan Pantai Ciletuh terlihat sangat jelas dari Puncak Darma. Merupakan salah satu keindahan yang paling saya suka ketika lihat view membentang luas dari ketinggian. Sayang sekali sebenarnya saya mau coba ke pantainya, tapi apa daya jalurnya yang ekstrim membuat saya mengurungkan diri ke pantainya. Jalurnya masih penuh dengan tanah dan turunannya pun cukup membuat adrenalin meningkat drastis.

Pantai Citepus

Salah satu pantai di Pelabuhan Ratu, Pantai Citepus. Kesini sore hari cukup ramai dengan wisatawan atau warga yang tinggal di sekitar sini untuk menikmati sore di pantai. Saya rasa pantai ini cukup diminati karena pas untuk bersantai.

Pantai Karang Hawu
Pantai favorit saya selama di Pelabuhan Ratu yaitu Pantai Karang Hawu. Wisatawan banyak juga yang menikmati pantai ini karena pesona keindahannya, selain itu ketika matahari terbenam suasana pantai ini semakin indah karena matahari yang terbenam di antara karang-karang yang berada di sekitar pantai pantai. Tetapi ombak di pantai ini tidak pas untuk berenang karena ombaknya yang cukup besar dan banyak korban yang terseret ombak di pantai ini. Selain itu konon katanya Pantai Karang Hawu ini merupakan singgasana Nyi Ratu Kidul/ Nyi Roro Kidul. Hmm ternyata di balik keindahannya banyak juga hal mistis yang ada di pantai ini.

Tuesday, December 18, 2018

December 18, 2018

Tips Wisata ke Curug Cimahi

Jalan-jalan atau traveling ke Bandung sudah pasti banyak mencari kesejukan dan keindahan alam yang disuguhkan Kota Bandung. Wisata di Bandung pun tidak hanya dalam ruang lingkup kotanya saja melainkan kabupatennya juga yang banyak sekali wisata-wisata menakjubkan seperti hamparan kebun teh, situ/danau, peninggalan sejarah dan curug tentunya. Nah, kalau kamu mencari Curug di dekat kota Bandung sebenarnya banyak, tapi menurut survey ala ala saya ini ternyata Curug Cimahi jadi andalan bagi para pecinta curug loh. Bisa dibilang Curug Cimahi ini pun sudah dikenal oleh wisatawan asing, sebagai bukti waktu terakhir ke Curug Cimahi saya melihat ada turis Jepang berkunjung ke Curug Cimahi. Sugoi!


Curug Cimahi sendiri sekarang lebih dikenal dengan Curug Pelangi, tapi banyak juga yang masih mengenal curug ini sebagai Curug Cimahi karena memang nama asalnya adalah Curug Cimahi. Asal usul dinamakan Curug Cimahi karena air yang mengalir dari curug ini berasal dari air danau Situ Lembang dan mengalir ke Kota Cimahi. Ada lagi Asal usul dinamakan Curug Pelangi karena kalau lagi cerah di curug ini sering terlihat pelangi. Curug Pelangi pun memiliki ketinggian sekitar kurang lebih 87 meter dan menjadikan Curug Pelangi ini sebagai salah satu curug tertinggi di wilayah Bandung dan Sekitarnya. 


Sekarang Curug Cimahi sudah banyak dibenahi mulai dari jalan setapak berupa tangga yang sudah mulai bagus, shelter-shelter yang disediakan pun membuat Curug Cimahi ini semakin Instagramable dan pas sekali untuk berfoto di atas ketinggian Curug Cimahi. Shelter tersebut bisa kamu lalui ketika akan turun menuju dasar Curug Cimahi. Jadi tidak perlu takut untuk sulit menemukan shelter tersebut. Berbeda dengan zaman dulu, Curug Cimahi ini masih kurang perawatan. Namun sekarang karena semakin tingginya wisatawan yang datang membuat Curug Cimahi semakin berbenah. Hebatnya walaupun untuk turun atau naik kembali dari dasar curug, wisatawan tampak menikmatinya walau tenaga yang dibutuhkan cukup banyak ketika turun atau naik kembali. Ini semua karena keindahannya Curug Cimahi yang mempesona.

limawaktu.id

Selain itu terdapat banyak lagi fasilitas lainnya seperti warung, toilet, mushola yang terdapat di dasar Curug Cimahi serta pusat informasi dan pos jaga jika membutuhkan informasi seputar Curug Cimahi. Jadi, tidak perlu khawatir kalau lapar melanda tinggal datang ke warung atau waktu sholat tiba, mushola sudah disediakan.

Peta Menuju Curug Cimahi 

Ga perlu takut nyasar untuk ke Curug Cimahi karena aksesnya yang sangat mudah dan jalanan yang beraspal dan tidak bercabang serta sudah ada di google maps. Jadi, memudahkan kamu untuk menemukan Curug Cimahi ini.


Tips Wisata di Curug Cimahi

1. Siapkan perbekalan. Naik turun tangga di Curug Cimahi bisa menguras energimu jadi air minum tetap bawa saja.

2. Curug Cimahi bisa dikunjungi saat musim hujan atau kemarau, tapi kalau musim hujan debit air pasti bertambah jadi tetap waspada walaupun pos jaga sudah ada di Curug Cimahi

3. Informasi seputar Curug Cimahi, bisa kamu dapatkan melalui pos informasi

4. Tiket masuk ke Curug Cimahi sekitar Rp 10.000 s/d Rp 20.000

5. Gunakan pakaian senyaman mungkin

Thursday, December 6, 2018

December 06, 2018

6 Tips Biar Kamu Ga Bosan Saat di Perjalanan



Momen pas perjalanan baik di dalam pesawat, kapal, kereta api, mobil atau bus pasti ada aja waktunya dimana kamu bakal mulai bosan dengan lamanya perjalanan. Tergantung dari orangnya memang, ada yang menyukai momen perjalanan ada juga yang cepat bosan juga. Tapi kalau perjalanannya panjang melebihi 8 jam apalagi 12 jam pasti bakal mulai bosan banget iya kan ?

Nah, kali ini saya mau sharing tentang pengalaman dan tips versi saya untuk hal-hal yang biasa saya lakukan dalam perjalanan kalau sudah bosan. Ah sudahlah beberap orang pasti melakukan hal serupa dengan apa yang saya lakukan kalau sedang traveling hehehe. Langsung saja ini dia 6 tipsnya :

1. Baca Buku

webpothi.com

Saat perjalanan dengan durasi yang cukup lama, sebenarnya ini adalah momen yang pas buat baca buku atau menyelesaikan novel yang kalian baca. Pokoknya buku apa saja deh asalkan menghibur dan tidak berat untuk dibaca. Biasanya kalau saya saat dalam perjalanan suka baca buku tentang perjalanan supaya lebih semangat pas traveling atau kalau engga paling baca novel yang belum selesai dibaca. Kalau misal ga ada buku bisa baca-baca blog orang yang penting ada bacaan untuk hiburan selama perjalanan.

2. Dengerin Musik

steemit.com
Selama perjalanan memang yang paling menyenangkan adalah mendengarkan musik. Banyak manfaatnya loh mendengarkan musik selama perjalanan, yaitu bisa menghilangkan rasa kantuk, suntuk, bosan dan sebagainya deh. 

3. Main Game

feedegg.net
Main game juga bisa menjadi hal yang menyenangkan sambil menghabiskan waktu perjalanan dengan hiburan. Kalau saya biasanya main game yang ga membutuhkan sinyal internet, karena pasti di beberapa tempat kalau naik kereta api, bus pokoknya jalur darat pasti bakal ada satu wilayah yang ga ada sinyalnya. Kalau pesawat ? ga usah ditanya lagi deh haha. Jangankan internet, sinyal hp pun pasti dilarang saat sudah di pesawat, 

4. Foto-foto


Di luar jendela kendaraan pasti selalu ada pemandangan yang bakal indah saat dilihat, seindah aku dengan dia loh #dih. Foto-foto dari dalam kendaraan ternyata bisa jadi pilihan hiburan saat dalam perjalanan, apalagi kalau hobinya mengabadikan gambar heheh. 

5. Ngobrol santai

youtube.com
Pilihan paling bagus juga nih. Ngobrol bareng temen atau penumpang lain saat perjalanan. Menurut pengalamanku sendiri kalau udah masuk ke obrolan dengan topik yang seru dan sepemikiran pasti deh waktu perjalanan bakal ga kerasa banget tau-tau udah sampe aja. Apapun bisa kamu obrolin kok asal bukan masalah kantor aja yang diobrolin. BERAT! biar dia yang di kantor saja. Mau obroal curhat, makanan, tips traveling, pdkt, bahkan julid pun bisa kok jadi hal menarik saat perjalanan hahaha.

6. Tidur

destinationseeker.com

Tidur ini paling pas kalau memang udah ga ada yang menarik lagi buat dilakukan. Atau memang perjalanan sudah malam ya memang harus tidur hehe. Tapi kadang kita tidur itu karena lebih banyak bosannya, karena bosan membuat kita lelah. Benar ga yah ? 

Jadi, banyak kok hal yang bisa dilakukan saat perjalanan tuh tinggal pilih saja yang seru menurut kamu. Atau punya hal yang lebih menarik ? bisa komentar di bawah yah.

Monday, November 19, 2018

November 19, 2018

Solo Traveling ke Bali dan Lombok 10 - Sekilas Keindahan Pantai Selong Belanak

Pantai Selong Belanak, mungkin ini pantai terakhir yang akan saya kunjungi selama di Lombok. Melihat Pantai Selong Belanak tampaknya lebih ramai dari pantai-pantai lainnya, di sini banyak wisatawan yang makan, berjemur, dan terutama surfing. Pantai dengan tepian yang luas pun tidak heran banyak disukai turis bahkan saya lihat lebih banyak bulenya daripada wisatawan lokalnya. Ada yang bilang pantai ini mirip dengan di Hawaii, Hawaii-nya Lombok hehehe. Sebenarnya waktu saya tidak banyak di sini, jadi hanya bisa menikmati sekilas pantai ini. Walaupun sebenarnya pantai ini pantai terbaik di Pulau Lombok.

pantai selong belanak

Sayangnya waktu saya ke Pantai Selong Belanak ini tidak bisa menikmati lebih lama karena hari pun sudah menjelang petang dan langit pun tidak secerah saat di siang hari, tapi kalau dilihat lagi ternyata Pantai Selong Belanak ini memiliki keunikan dari tepi pantainya yang sangat luas. Selain itu, di sini pun banyak kapal-kapal nelayan yang mungkin memperoleh hasil lautnya lebih banyak dari Pantai Selong Belanak ini.

pantai selong belanak

pantai selong belanak


Perjalanan dari Kuta ke Selong Belanak tidak begitu jauh kok, sekitar 30 menitan untuk bisa sampai ke Pantai Selong Belanak dan jika dari Kota Mataram waktu tempuh yang didapat sekitar 2 jam perjalanan. Selain itu, jalanan pun sudah sangat bagus dengan hotmik di sepanjang jalannya. Memang daerah Pantai Selong Belanak itu sudah ditata dengan baik sebagai kawasan wisata terbaik juga.

Tiket masuk ke Pantai Selong Belanak ini cukup murah sekitar Rp 5.000 s/d Rp 10.000 apabila membawa kendaraan. Untuk kawasan wisata pantai yang ramai dikunjungi turis saya kira pantai ini cukup worth it dengan pemandangan dan ombaknya yang landai dan pas untuk menunggangi ombak di Pantai Selong Belanak. 

Fasilitas di Selong Belanak pun terbilang sudah banyak seperti banyaknya warung makan, kamar mandi, bahkan di sekitar pantainya pun ada pasar ikan jika saya lihat disana.

Akses menuju jalannya bisa kamu lihat di google maps di bawah ini ya


Pantai yang memiliki panorama seperti di Hawaii ini jangan sampai dilewatkan selama traveling di Lombok yah. hehe





Friday, November 16, 2018

November 16, 2018

Solo Traveling ke Bali dan Lombok 9 - Pantai Mawun, Panas tapi Sejuk

Masih di Lombok Tengah nih. Lombok Tengah memang banyak banget pantai-pantai indah dengan hamparan pasir putih yang bertekstur halus sampai dengan bertekstur seperti merica dan itu semua ada di Lombok Tengah terutama di pantai selatannya pokoknya bikin wih ! keren pesonanya pantainya. Tentunya kamu sudah membaca tentang postingan-postingan sebelumnya dong tentang pantai yang saya kunjungi di Lombok? wah terima kasih loh sudah baca, semoga bisa nyebar virus traveling kepaka kalian hehehe. 

Nah, ada lagi nih pantai yang indah dan sudah saya kunjungi selama di Lombok. Pantai ini seperti pantai tersembunyi serta pantai ini diapit dua bukit besar yang menjadikannya pemandangan khas dari Pantai Mawun ini. Kalau sudah melihat pemandangannya pasti deh langsung kenal "oh ini sih pantai Mawun. Pantai yang tersembunyi di Lombok itu tuh" yap memang mudah dikenali Pantai Mawun ini karena pemandannya, iya kan ?

pantai mawun

Entah mungkin waktu saya ke Pantai Mawun sedang beruntung karena biasanya kalau ke pantai selalu saja ramai, tapi saat itu sedang sepi. Banyak alasannya kenapa sepi yaitu saya berkunjung pasca gempa yang mengguncang Lombok dan kunjungannya saat weekdays juga. Tapi yang lebih beruntung adalah berkunjung ke Pantai Mawun saat matahari sudah mulai berganti petang, hal ini pun jelas mengapa saya bilang sejuk karena memang ke Pantai Mawun enaknya di sore hari. 

Saat tiba di Pantai Mawun pun saya sontak terpesona karena baru pertama kali lihat pantai yang seunik ini. Laut lepasnya berada di apitan 2 bukit besar itu, ombaknya pun pas untuk surfing, dan tepian pantainya pun lebih tenang. Keunikan sudah jelas terlihat saat pertama kali kaki melangkah di pantai ini. Dan, Pantai Mawun ini lebih jelas terlihat seperti Teluk, ombak yang menghempas ke pantai pun tidak besar.

Walaupun sepi tapi fasilitas di Pantai Mawun pun sudah mulai banyak, hanya saja tidak sebanyak di Pantai Mandalika hehe. Untuk penjaga pantainya pun disini belum ada, jadi untuk kamu yang ingin berenang atau membawa anak-anak berlibur ke Pantai Mawun tetap harus berada dalam pandangan dan tidak boleh lepas. Masuk ke Pantai Mawun ini cukup dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000 saja kok untuk pantai yang seindah ini. 

Pantai Mawun ini saya rasa masih bisalah disebut Hidden Beach. Mengapa ? pengunjung yang datang kesini pun masih sedikit walaupun akses jalan menuju Pantai Mawun jauh lebih mudah dan medan jalannya pun sangat mulus dibandingkan pantai lainnya apalagi ke Pantai Pink

Pantai Mawun

Saking sepinya waktu saya ke Pantai Mawun, saya bisa lebih leluasa berekspresi sambil menikmati keindahan pantainya ini loh! ga percaya ? ini nih 


Foto ngaku-ngaku model padahal bukan.

Jadi bisa dibilang Pantai Mawun ini salah satu pantai favorit saya di Lombok Tengah setelah Pantai Tanjung Aan. Karena suasananya yang begitu sepi dan kalau sore sejuk tidak panas lalu angin yang berhembus disini pun rasanya segar sekali entah mengapa dibandingkan pantai yang lain hehehe. 

TIPS WISATA KE PANTAI MAWUN

1. Kamu bisa melakukan 3 kegiatan sekaligus seperti berenang, surfing, atau bersantai di tepi pantai.

2. Karena tidak ada penjaga pantai disini, bagi kamu yang tidak bisa berenang cukup berenang di tepi pantainya saja.

3. Ga usah takut kepanasan, banyak gazebo atau warung sambil minum yang segar-segar juga bisa disini.

4. Harga tiket masuknya Rp 10.000

PETA PANTAI MAWUN



SHORT VLOG PANTAI MAWUN